Rekomendasi Harga Emas 23 – 27 November 2020: Kemungkinan Tetap Sideways

1870

(Vibiznews – Commodity) Minggu lalu pasar emas bergerak seimbang antara naik karena kekuatiran akan naiknya coronavirus dan turun karena harapan akan vaksin yang segera bisa didistribusikan. Pergerakan seperti ini kemungkinan akan berlanjut pada minggu ini. Sentimen terhadap resiko menjadi stabil menjelang hari libur Thanksgiving di AS.

Penurunan harga emas pada minggu lalu terjadi selain karena harapan akan vaksin, juga didorong oleh arus keluar dari emas yang didukung oleh Exchange Traded Fund (ETF). Meskipun demikian pasar emas mendapatkan “support” yang solid di level kritikal $1,850 per ons dan pada akhir minggu lalu berhasil naik sedikit dengan emas berjangka kontrak bulan Desember diperdagangkan di $1,872.30, naik 0.58% pada hari Jumat.

Kenaikan harga emas pada hari Jumat dipandang hanya sebagai aksi “short-covering” menjelang akhir minggu dimana orang tidak mau memiliki posisi jual pada akhir minggu. Posisi jual biasanya dimulai pada hari Senin.

Harga emas telah terus tertekan sejak pengumuman vaksin yang positip pada tanggal 9 November, namun harga emas berhasil menemukan “support” di $1,850 paling tidak sampai saat ini.

Meskipun demikian emas bisa mengalami kenaikan pada minggu ini karena lebih berpotensi naik meskipun volume perdagangan akan kecil karena hari libur Thanksgiving dan hal ini bisa menimbulkan volatilitas yang ekstrim.

Para investor yang memandang emas akan naik pada minggu ini, atau paling tidak dalam jangka menengah, terus melihat turunnya harga emas dibawah $1,860 per ons sebagai kesempatan untuk membeli di harga murah. Setiap kali harga emas melemah, itu adalah kesempatan untuk menambah posisi untuk tabungan jangka menengah dan jangka panjang.

Harga emas minggu lalu bergerak di rentang $1,850 dan $1,900. Pada minggu ini diperkirakan emas akan tetap bergerak di rentang yang sama, dengan kurangnya katalisator yang cukup kuat untuk menggerakkan harga emas naik ataupun turun.

Hal yang terbesar dan yang kemungkinan bisa mendorong naik harga emas kembali ke level $2,000 adalah stimulus. Pasar emas masih menunggu katalisator untuk menggerakkan harga. Katalisator yang bisa menggerakkannya adalah stimulus namun kemungkinan tidak akan muncul sampai bulan Januari.

Kemungkinan di bulan Januari atau Februari harga emas baru bisa naik lagi ke atas $2,000.

Meskipun demikian, naiknya kasus virus corona ke rekor ketinggian yang baru yang diikuti dengan restriksi yang lebih banyak, bisa mendorong stimulus dikeluarkan lebih cepat.

Dari segi tehnikal level $1,850 masih menunjukkan “support” yang tangguh.

Sampai stimulus dikucurkan, resiko turun terbesar yang dihadapi harga emas adalah kecepatan arus keluar penebusan dari Exchange Traded Product (ETP).

Harga emas berkemungkinan juga jatuh ke bawah ke $1,820 per ons pada minggu ini.

Dengan naiknya kasus virus corona pada rekor yang baru, penutupan kegiatan oleh pemerintah bisa membuat orang lari dari emas ke uang tunai. Pada saat menghadapi ketidakpastian yang beresiko tinggi, orang akan memilih uang tunai.

Kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,880.82 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,889.84 dan kemudian $1,908.81. Sementara penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,861.85 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,851.90 dan kemudian $1,832.93.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here