Weekly Market Review – Soft Commodities : Coffee – Sugar – Cocoa

608

(Vibiznews – Commodity) –  Pada penutupan pasar hari Jum’at   harga soft commodities mixed , dengan harga kopi Arabika turun , harga kopi Robusta  turun, harga gula turun dan harga kakao naik .

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun dengan harga kopi robusta turun ke terendah 1 minggu, karena kenaikan dari  persediaan.

Harga gula turun ke harga terendah 1 minggu karena melemahnya real Brazil.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat di New York naik ke harga tertinggi 9 bulan dan di London naik ke harga tertinggi 1 ¾ bulan.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

Harga kopi Arabika Maret di ICE New York turun  $5.15 (4.18%) menjadi $118.05  dan harga kopi Robusta di ICE London turun 0.36%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi  dunia  di 2019/20 ( Oktober – September) turun 2.5% dari tahun lalu menjadi 168.836 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global turun 0.9% dari tahun lalu menjadi 167.593 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2019/20    akan menjadi surplus 1.244 juta kantong dari  perkiraan sebelumnya surplus 3.975 juta kantong di 2019/2020  menurut ICO.
  • Produksi kopi Brazil di 2020/21 diperkirakan akan naik 14.5% dari tahun lalu menjadi 67.9 juta kantong menurut FAS (Foreign Agricultural Service)
  • Ekspor kopi Brazil di 2020/21 diperkirakan akan meningkat menjadi 41.8 juta kantong .
  • Ekspor kopi Arabika Colombia di bulan Oktober turun 14 % dari tahun lalu menjadi 1.041 juta kantong
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Oktober turun 1.2% dari tahun lalu menjadi 1.34 MMT menurut General Departement of  Vietnam Customs.

Harga gula Maret di ICE New York turun 7 sen (0.46%) menjadi $15.21 dan harga gula putih Maret di ICE London turun 0.34%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret)  naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT  setelah turun 8.4%  di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit  5  MMT  surplus 1.86 MMT di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan  akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20  menurut CONAB.
  • Produksi gula India di 2019/20 akan turun 15% dari tahun lalu ke tiga tahun terendah menjadi 28 MT karena kekeringan dan penundaan musim monsoon menurut ISMA.
  • Ekspor India di 2020/21 mencapai 6 MMT naik dari 5.8 MMT di 2019/20 menurut ISMA
  • Produksi gula Thailand di 2020 /21 turun 13% dari tahun lalu menjadi terendah 11 tahun sebesar 7.2 MMT  karena cuaca kering.
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2020/21 turun 5.6% dari tahun lalu menjadi 16.05 MT karena cuaca kering menurut FAS- USDA.
  • Perkiraan produksi gula bit di Perancis, negara produsen gula beet terbesar di Uni Eropa akan turun ke jumlah terendah 19 tahun menjadi 27.2 MMT turun dari perkiraan Oktober sebesar 30.5 MMT karena kekeringan menurut France’s Agricultural Ministry.

Harga kakao Maret di ICE New York naik $47 (1.76%) menjadi $2,712 per ton dan harga kakao di ICE London ditutup naik 1.40%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 (Oktober – September) akan turun 2% dari tahun lalu menjadi 4.724 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan turun 3.1% dari tahun lalu menjadi 4.635 MMT penurunan pertama sejak 2016 menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao 2019/20 akan surplus 42,000 MT dari defisit 52,000 MT di 2018/19. menurut ICCO
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here