Perkembangan Vaksin dan Ekspektasi Pemulihan — Market Outlook, 30 November – 4 December 2020 by Alfred Pakasi

730

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Optimisme atas perkembangan vaksin dengan Presiden Trump mengumumkan akan mulai menggunakannya pada minggu depan, serta Inggris juga sedang mengejar persetujuan untuk vaksin AstraZeneca.
  • Ekspektasi pasar untuk kestabilan politik di AS, walaupun semakin banyak klaim kecurangan election yang dibukakan oleh team legal Trump.
  • Di kawasan Eropa terdapat ketidakpastian mengenai Brexit yang membebani pasar.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 61.9 juta orang terinfeksi di dunia dan 1.44 juta orang meninggal, dan menyebar ke 217 negara dan teritori.

Pasar saham dunia menguat oleh naiknya permintaan risk asset, harga emas sebagai safe haven lanjut terkoreksi, US dollar tertekan, sedangkan IHSG dan Rupiah melanjutkan rally mingguannya.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi, dan hasil Pilpres AS akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 30 November – 4 December 2020.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau lanjutkan rally di minggu yang kedelapan dengan kuatnya aksi beli dana asing. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya menguat. Secara mingguan IHSG ditutup menguat signifikan 3.80%, atau 211.679 poin, ke level 5,783.679. IHSG membukukan rally mingguan yang kedelapannya, dan mencapai posisi 9 bulan tertingginya. Untuk minggu berikutnya (30 November – 4 Desember 2020), IHSG kemungkinan agak dihadang profit taking tetapi umumnya masih tren bullish, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 5960 dan kemudian 6005, sedangkan support level di posisi 5563 dan kemudian 5427.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau masih menguat, rally di minggu yang kesembilan, sementara dollar global kembali tertekan, sehingga rupiah secara mingguannya menguat 0.53% ke level Rp 14,090. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan bergerak masih menurun, atau kemungkinan rupiah lanjutkan perlahan bullish-nya, dalam range antara resistance di level Rp14,232 dan Rp14,303, sementara support di level Rp13.992 dan Rp13.887.

===

Bank Indonesia pekan lalu merilis Laporan Kebijakan Moneter triwulan III 2020 yang di antaranya menjelaskan bahwa:

  • Pertumbuhan ekonomi dunia pada triwulan III 2020 di banyak negara mulai membaik didorong oleh stimulus kebijakan dan peningkatan mobilitas.
  • Pertumbuhan ekonomi domestik juga membaik, sejalan dengan peningkatan realisasi stimulus fiskal dan mobilitas masyarakat, serta permintaan global. Peningkatan realisasi stimulus dan mobilitas menopang perbaikan permintaan domestik secara bertahap, baik konsumsi maupun investasi.
  • Sementara itu, kinerja ekspor juga membaik, didorong oleh permintaan global terutama dari AS dan Tiongkok.
  • Pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat di 2021 didorong oleh perekonomian global yang membaik serta akselerasi realisasi anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, kemajuan dalam program restrukturisasi kredit, serta stimulus moneter dan makroprudensial Bank Indonesia yang berlanjut.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum melemah ke hampir 3 bulan terendahnya karena kenaikan permintaan risk assets oleh perkembangan positif pengadaan vaksin, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 91.79. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.1962. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2011 dan kemudian 1.2138, sementara support pada 1.1800 dan 1.1602.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3305 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3398 dan kemudian 1.3483, sedangkan support pada 1.2675 dan 1.2480. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 104.04.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 105.35 dan 108.17, serta support pada 103.08 serta level 101.18. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7376 Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7435 dan 0.7712, sementara support level di 0.6807 dan 0.6776.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat mengekor Wall Street oleh harapan dari perkembangan vaksin virus. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 26,645. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27040 dan 27105, sementara support pada level 25425 dan 23505. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 26,895. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26618 dan 26783, sementara support di 25909 dan 25343.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat dan sempat cetak rekor tertinggi oleh optimisme pasar atas perkembangan positif vaksin virus dan berkurangnya ketidakstabilan politik AS. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 29,910.38, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 30116 dan 30200, sementara support di level 28190 dan 26143. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 3,641.0, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3658 dan 3675, sementara support pada level 3546 dan 3327.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau lanjut terkoreksi oleh ekspektasi pemulihan ekonomi lebih cepat karena ketersediaan vaksin, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,786.92 per troy ons; berada di posisi sekitar 4 bulan terendahnya. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1880 dan berikut $1900, serta support pada $1774 dan $1747.

 

Kita akan segera memasuki bulan terakhir di tahun ini di tengah pasar investasi yang kadang bergerak sepertinya tidak beraturan. Sebagian orang akan menyebutnya sebagai “anomali”. Namun demikian, kalau Anda rajin ikuti ulasan market outlook ini, yang diasuh oleh pengamat dan pelaku pasar, Anda kemungkinan besar akan sependapat bahwa banyak prediksi pergerakan pasar di sini yang terbukti akurat pada kondisinya yang aktual. Bisa jadi, Anda sudah tersenyum menikmati sejumlah profit investasi selama hampir setahun ini dan di tengah pandemi. Syukurlah bila demikian. Bagi Anda yang belum menikmati profit investasi yang diharapkan, masih ada banyak kesempatan di depannya. Bersamalah kami terus, karena seperti Anda tahu, kami hadir demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here