Rekomendasi Forex GBP/USD 31 November – 4 Desember 2020: Masih Bisa Naik?

1461
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) Minggu lalu, GBP/USD gagal memanfaatkan pelemahan dolar AS dan diperdagangkan di 1.3315 karena laporan terakhir mengatakan bahwa pembicaraan mengenai Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa benar-benar mandek.

Optimisme vaksin tetap kuat, meskipun ada perkembangan yang mengkuatirkan dari AstraZenneca dan Universitas Oxford, dimana tingkat keefektifan sebesar 90% hanya bisa digunakan terhadap orang yang berusia dibawah 55 tahun. Dengan demikian orang – orang tua menjadi lebih rentan terhadap serangan Covid – 19. Meskipun demikian sentimen pasar yang bagus tetap mendominasi.

Rally di pasar saham, telah membawa indeks saham AS ke rekor ketinggian yang baru. Penyebabnya adalah dimulainya transisi pemerintahan ke Joe Biden meskipun Trump tetap maju mengajukan tuntutan kecurangan yang semakin hari semakin banyak bukti – bukti kecurangan yang ditemukan. Turunnya ketidakpastian politik dan potensi nominasi dari mantan Gubernur Federal Reserve Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS yang baru telah membuat pasar gembira.

Dolar AS telah terus turun sejak permulaan minggu. Turunnya dolar AS disebabkan karena beberapa hal. Pertama, the Fed sedang bersiap untuk mencetak lebih banyak uang yang bisa mendevaluasikan matauang bersama AS. Kedua, data ekonomi jangka pendek mengkuatirkan dengan kenaikan dalam klaim pengangguran. Ketiga, mengamuknya coronavirus di AS. Keempat, sentimen pasar yang “risk-on” yang menyebabkan rally di pasar saham.

Minggu ini, Inggris terus berurusan dengan Brexit. Apakah akan ada kesepakatan atau tidak? Pertanyaan ini akan terjawab pada saat memasuki bulan Desember. Saat ini pasar belum memperhitungkan sepenuhnya akan adanya kesepakatan. Dengan demikian masih ada ruang untuk kenaikan Poundsterling. Sebaliknya bila negosiasi gagal, maka akan memicu aksi jual yang masif.

Menteri Kesehatan Matt Hancock menyebutkan tanggal 1 Desember berpotensi menjadi permulaan kampanye vaksinasi secara luas. Meskipun tanggal tersebut kemungkinan meleset, persetujuan dari pemerintah untuk setiap skema imunisasi akan mendukung kenaikan Sterling. Vaksin akan diberikan terlebih dahulu kepada petugas medis, pemberi bantuan dan orang-orang yang rentan.

Statistik Covid – 19 tetap diamati pasar khususnya di London, restriksi di kota metropolis ini memiliki dampak yang besar terhadap Poundsterling.

Di Amerika Serikat, sementara kenaikan statistik Covid – 19 sebagai akibat dari liburan Thanksgiving akan segera terlihat, dampaknya yang menggerakkan pasar baru akan terjadi setelahnya. Investor kemungkinan baru akan membuat catatan apabila angka kematian telah melewati puncak sebelumnya atau yang masuk rumah sakit telah mencapai 100.000.

Pada minggu ini kemungkinan Food and Drugs Administration (FDA) akan menyetujui penggunaan imunisasi dari Pfizer/BioNTech untuk penggunaan darurat. Meskipun hal ini telah diperkirakan pasar sebelumnya, tetap saja pada saat digunakan akan membebani dolar AS yang safe-haven.

Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell akan memberikan testimoni di Capitol Hill pada hari Selasa. Pasar akan menganalisa apakah the Fed sedang pada jalurnya untuk memperluas program pembelian obligasi pada bulan Desember atau tetap menonton dipinggir lebih lama lagi. Dolar AS bisa turun apabila Powell menunjukkan pergerakan segera dan akan naik apabila Powell kelihatan enggan untuk bertindak.

ISM PMI Manufaktur AS untuk bulan November diperkirakan turun dari level tertingginya. Angka pekerjaan sektor swasta dari ADP diperkirakan meningkat lebih cepat. ISM PMI Jasa akan keluar pada hari Kamis bersamaan dengan klaim pengangguran mingguan yang mengalami peningkatan selama dua minggu berturut – turut, terburuk sejak bulan Juli. Lompatan keatas 800.000 akan bisa menyentuh sentimen.

Pada hari Jumat akan keluar angka Nonfarm Payrolls untuk bulan November yang menjadi ujian bagi pemulihan ekonomi. Apakah akan melambat karena naiknya virus ataukah ekonomi AS masih memiliki momentum? Diperkirakan akan muncul di angka 520.000 yang lebih lambat dari kenaikan di bulan Oktober sebanyak 638.000 namun masih jauh diatas rata-rata sebelum pandemik. Tingkat pengangguran diperkirakan melanjutkan penurunannya ke 6.8% sementara upah diperkirakan akan naik menjadi 4.6%, masih diatas level 2019.

Tren tetap bullish dengan “resistance” terdekat menunggu di 1.3397 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3495 dan kemudian 1.3510. Sementara “support” terdekat menunggu di 1.3310 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3275 dan kemudian 1.3180.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here