Harga Kopi Turun Karena Permintaan Menurun

297

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi pada penutupan pasar hari Senin turun karena permintaan kopi turun  akibat pandemic Covid sehingga persediaan dari kopi meningkat.

Harga kopi Arabika Maret  di ICE New York ditutup turun 90 sen (0.72%) menjadi $123.30 dan harga kopi Robusta Januari di ICE London ditutup turun 0.71%.

Pada hari Senin Marex Spectron melaporkan laporan kuartalan untuk kopi, permintaan kopi akan turun karena pandemic covid sehingga akan menaikkan pasar kopi global sehingga menjadi surplus 7 juta kantong duakali lipat dari perkiraan Agustus sebesar 3.2 juta kantong. Turunnya harga kopi terhenti bahkan akan rebound ketika vaksin covid sudah diperkenalkan, akan mengakibatkan pasar kopi global di 2021/21 menjadi defisit 8 juta kantong.

Pada hari Jumat harga kopi naik ke tertinggi 2 ½ bulan dan harga kopi robusta naik ke tertinggi 1 minggu, karena produksi kopi di Brazil turun. Perkiraan Volcafe Ltd bahwa produksi kopi Brazil di 2021/20 akan turun 33% dari tahun lalu menjadi 34.2 juta kantong, karena hasil dari pohon kopi Arabika di Brazil turun karena kekeringan. Volcafe juga mengatakan bahwa perkiraaan turunnya produksi kopi Brazil akan membuat pasar kopi Arabika global akan defisit 11 juta kantong di 2021/20

Harga kopi Arabika juga mengalami kenaikan karena daerah perkebunan kopi di Brazil kekeringan, menurut Somar Meteorologia pada hari Senin, curah hujan di perkebunan kopi terbesar di Brazil, Minas Gerais, sebesar 10.8 mm pada minggu lalu atau 15% dari rata-rata.  Pada 6 bulan terakhir perkebunan kopi Minas Gerais mengalami kurangnya hujan dan suhu di atas normal, sehingga perlu adanya irigasi ke kebun kopi. The US Climate Prediction Centre mengatakan bahwa La Nina di Laut Pacific akan membawa kekeringan di Brazil pada kuartal ke 4.

Persediaan kopi Arabika menurut pengamatan ICE pada Selasa lalu mengalami kenaikan sehingga jumlahnya mencapai 2 ¾ bulan tertinggi sebesar 1.247 juta kantong dari 20 tahun terendah di 1.096 juta kantong pada tanggal 5 Oktober. Demikian juga dengan kopi robusta persediaan naik ke tertinggi 6 ½ bulan pada 19 Nopember, naik dari jumlah terendah 1 ¾ tahun terendah 10,808 lot di 14 Oktober. Persediaan kopi menurut ICE pada hari Senin 30 Nopember sebesar 1.246 juta kantong.

USDA – FAS pada 20 Nopember memperkirakan produksi kopi Brazil di 2020/21 akan naik 14.5% dari tahun lalu mencapai rekor 67.9 juta kantong.

The National Weather Agency di Vietnam mengumumkan pada hari Senin lalu bahwa di Vietnam Central Highlands,  daerah perkebunan kopi terluas di Vietnam akan menerima hujan 20% sampai 40% dari rata-rata di Bulan Desember. Topan Molave juga melanda Vietnam sehingga merusak tanaman kopi dan infrastruktur di Central Highland di Vietnam sehingga menunda panen kopi di Vietnam. Dari data Vietnam General Department of Custom mengatakan bahwa ekspor kopi Vietnam di bulan Nopember turun 41.7% dari bulan lalu menjadi 70,000 MT dan ekspor Januari – Nopember turun 3.9%  dari tahun lalu menjadi 1,412 MMT.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $120 dan berikut ke $118 sedangkan resistant pertama di $128 dan berikut ke $134.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here