Hang Seng Terpangkas dari Penguatan 4 Pekan Berturut Karena Sanksi AS

213
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan penguatan lanjutan pada  hari Jumat (4/12/2020), setelah sempat pertengahan sesi tertekan. Indeks Hang Seng sempat bergerak negatif oleh berita penambahan 4 perusahaan yang diberi sanksi oleh pemerintah AS menjadi 35 perusahaan atas tuduhan  dikendalikan oleh militer China.

Namun secara mingguan indeks Hang Seng terpangkas dari penguatan 4 pekan berturut sebelumnya, dengan mencatat penurunan 0,22% pada pekan ini. Pekan ini Hang Seng alami pelemahan oleh  laporan pemerintahan Trump yang akan menambahkan produsen minyak dan gas lepas pantai China ke dalam daftar sanksi, mengancam untuk melumpuhkan operasi internasionalnya.   

Sentimen positif yang mengangkat Hang Seng jelang akhir sesi datang dari perkiraan positif ekonomi China, dimana ekspor dan impor  diperkirakan akan meningkat lebih cepat pada bulan November, dibantu oleh permintaan yang kuat dan gangguan terkait virus corona di pabrik-pabrik di negara lain.

Indeks Hang Seng ditutup naik 107,42 poin atau naik 0,4% ke posisi 26.835,92.  Namun indeks saham  Cina  Enterprise (HSCE)  dengan 60 saham unggulan ditutup naik 0,4% menjadi 10.624,65. Indeks Hang Seng berjangka bulan November bergerak positif   dengan naik 160 poin atau 0,60% ke posisi 26880.

Secara sektoral mayoritas bergerak kuat di zona hijau yang dipimpin oleh sektor konsumer dan teknologi  yang naik  1,28% dan 1,49% masing-masing. Merespon sanksi AS diatas, saham CNOOC turun 3,9% dan anjlok 21,7% untuk minggu ini, sementara saham SMIC anjlok 5,4% untuk mencatat penurunan minggu keempatnya.

.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here