Harga Kopi Naik Karena Menguatnya Kurs Real Brazil

591

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi pada penutupan pasar pada hari Kamis naik karena menguatnya real Brazil.

Harga kopi Arabika Maret di ICE New York  naik 95 sen (0.80%) menjadi $120.05 dan harga kopi Robusta naik 0.22%.

Real Brazil menguat pada hari Senin menguat 1.76% mencapai tertinggi 4 bulan sehingga harga kopi Arabika di Brazil menjadi lebih mahal bagi pembeli luar Brazil, membuat ekspor jadi berkurang.

Kenaikan harga kopi di Brazil dibatasi oleh turunnya hujan di Brazil. Somar Meteorologia pada hari Selasa memperkirakan daerah perkebunan kopi akan lebih lembab dalam 10 hari ke depan. Juga Marex Spectron mengatakan bahwa pandemi Covid membuat permintaan kopi berkurang sehingga membuat persediaan meningkat, menurut Marex pasar kopi global akan surplus 7 juta kantong dua kali lipat dari perkiraan Agustus surplus 3.2 juta kantong. hary Cohn Has Some Advice for Biden’s Economic Team

ICO pada hari Rabu mengurangi perkiraan surplus kopi global di 2019/20 menjadi 961,000 kantong dari perkiraan sebelumnya 1.24 juta kantong dan perkiraan produksi kopi di 2019/20 turun 5.1% dari tahun lalu menjadi 95.732 juta kantong.

Harga kopi Robusta turun ke harga terendah 3 ½ minggu setelah ICO memperkirakan produksi kopi robusta di 2019/20 naik 3.2% dari tahun lalu menjadi 72.822 juta kantong.

Harga kopi Arabika pada hari Jumat lalu naik ke tertinggi 2 ½ bulan karena Volcafe Ltd memperkirakan produksi kopi Brazil di 2021/22 akan turun 33% dari tahun lalu menjadi 34.2 juta kantong, karena tanaman kopi sudah mencapai batas akhir dari hasilnya dan kurangnya hasil panen karena kekeringan. Turunnya produksi akan menyebabkan defisit 11 juta kntong di 2021/22. Namun permintaan kopi akan kembali meningkat karena vaksin Covid-19 sudah diperkenalkan dan akan membuat pasar kopi di 2021/22 menjadi defisit 8 juta kantong.

Persediaan kopi Arabika yang dimonitor ICE naik ke tertinggi 3 ¼ bulan menjadi 1.292 juta kantong berbalik dari jumlah terendah 20 tahun di 1.096 juta kantong pada 5 Oktober. Dan persediaan kopi Robusta yang dimonitor ICE naik ke jumlah tertinggi 6 ½ bulan pada 19 Nopember naik dari jumlah terendah 1 ¾ tahun di 10,808 lot di 14 Oktober. Persediaan kopi menurut monitoring ICE sebesar 1.273 juta kantong pada hari Kamis 03 Desember

Laporan USDA – FAS pada 20 Nopember perkiraan produksi kopi Brazil di 2020/21 naik 14.5% dari tahun lalu menjadi 67.9 juta kantong.

The National Weather Agency di Vietnam mengumumkan pada hari Senin lalu bahwa di Vietnam Central Highlands,  daerah perkebunan kopi terluas di Vietnam akan menerima hujan 20% sampai 40% dari rata-rata di Bulan Desember. Topan Molave juga melanda Vietnam sehingga merusak tanaman kopi dan infrastruktur di Central Highland di Vietnam sehingga menunda panen kopi di Vietnam. Dari data Vietnam General Department of Custom mengatakan bahwa ekspor kopi Vietnam di bulan Nopember turun 41.7% dari bulan lalu menjadi 70,000 MT dan ekspor Januari – Nopember turun 3.9%  dari tahun lalu menjadi 1,412 MMT..

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $116 dan berikut ke $113 sedangkan resistant pertama di $121 dan berikut ke $128.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here