Harga Minyak Sawit Naik Setelah Laporan MPOB

411

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit naik pada penutupan pasar hari Kamis setelah tiga hari berturut-turut turun, setelah laporan MPOB yang menyatakan bahwa persediaan minyak sawit turun ke jumlah terendah tiga tahun karena turunnya produksi dan ekspor juga turun.

Harga minyak sawit Februari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 47 ringgit atau 1.4% menjadi 3,405 ringgit ($838.67) per ton setelah naik 2% pada pertengahan pasar.

Persediaan akhir minyak sawit di bulan Nopember turun ke jumlah terendah 3 tahun karena produksi turun dan ekspor menurun, menurut data The Malaysian Palm Oil Board (MPOB). Produksi turun 13.51% menjadi 1.49 juta ton dibanding bulan Oktober.

Ekspor minyak sawit Malaysia dari 1 – 10 Desember turun 6% dibanding bulan Nopember pada periode yang sama menjadi 417,960 ton, pengiriman ke Cina turun hampir setengahnya   menurut cargo surveyor AmSpec Agri Malaysia. Volume Ekspor Cina dan Uni Eropa tidak cukup untuk menurunkan penurunan pengiriman sebesar 50% dari pembeli terbesar India.

Produksi minyak nabati di dunia turun karena turunnya produksi biji-bijian. Produksi minyak sawit di Malaysia dan Indonesia juga turun, sehingga menyebabkan harga minyak sawit kembali naik. Tingginya harga minyak sawit menyebabkan negara pembeli minyak sawit beralih ke minyak kedelai walaupun biaya pengiriman lebih mahal dan kualitasnya tidak sama atau ke minyak nabati lainnya.

Harga minyak kedelai di Dalian turun 0.03%, sedangkan harga minyak sawit naik 0.1%, sedangkan harga minyak kedelai di CBOT naik 1%.

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di 3,300 ringgit dan berikut ke 3,270 ringgit sedangkan resistant pertama ke 3,420 ringgit dan berikut ke 3,470 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here