Harga Jagung Naik Pada Akhir Minggu, Setelah Laporan Bulanan WASDE

358

(Vibiznews – Commodity)  –  Harga jagung pada penutupan pasar akhir minggu naik, sehingga pada minggu ini harga jagung naik  setelah Laporan WASDE dan Laporan Ekspor Mingguan hari Kamis.

Harga jagung Maret di CBOT naik 2.25 sen menjadi $4.2350 per bushel sehingga kenaikan harga jagung selama seminggu sebesar 3 sen (0.71%)

Laporan ekspor mingguan USDA untuk jagung pada hari Kamis sebesar 1.362 MT masih dalam range perkiraan 700 K – 1.500 MT, sama dengan minggu lalu dan naik 56% dari minggu lalu pada minggu yang sama.

Laporan Bulanan WASDE untuk jagung:

  1. Persediaan jagung untuk 2020/21 tidak berubah sebesar 1.702 bbu.
  2. Produksi jagung global tidak berubah sebesar 1,447.8 juta ton.
  • Produksi jagung luar AS diperkirakan turun, Ukraina produksinya naik namun dikurangi dengan turunnya produksi jagung di Argentina, Uni Eropa dan Canada
  • CONAB menurunkan perkiraan panen jagung Brazil sebesar 2.3 MMT menjadi 102.59 MMT, tetapi menurut USDA perkiraan panen jagung Brazil masih 110 MMT.
  • Argentina produksinya turun karena turunnya area pertanian turun.
  • Produksi Canada turun walaupun area penanaman sudah ditingkatkan, karena hasil panennya sedikit.
  • Produksi Uni Eropa turun karena turunnya produksi Bulgaria
  • Produksi Ukraina naik karena hasil panen naik.
  1. Ekspor jagung naik karena kenaikan ekspor Ukraina namun ekspor Uni Eropa masih turun. Kenaikan import jagung Cina dan Bangladesh naik namun total ekspor turun karena penurunan impor  Uni Eropa, Mesir, Iran, Maroko dan Tunisia
  • Perkiraan Impor jagung Cina naik 3.5 MMT menjadi 16.5 MMT.
  • Import Cina untuk sorghum dan barley diperkirakan naik sehingga total impor jenis biji –bijian jenis jagung meningkat 4.8 juta ton menjadi 30.9 juta. Jika terjadi maka akan ada peningkatan 14% dari perdagangan biji-bijian jenis jagung global.
  1. Persediaan akhir dari jagung di luar AS 2020/21 turun di negara-negara India, Brazil, Canada, Ukraina dan Mesir
  2. Persediaan Canada turun menjadi 440k MT
  3. Perkiraan persediaan akhir jagung global turun 2.47 MMT menjadi 288.96 MMT.

Cuaca di Amerika Selatan, kemungkinan ada hujan kencang di Selatan Argentina dari 20 Desember sampai 22 Desember, sampai saat ini Argentina masih kurang kelembabannya sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman jagung akibat La Nina.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $4.19 kemudian berikut ke $4.14 sedangkan resistant pertama di $4.27 dan berikut ke $4.30.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here