Lonjakan Covid-19 vs Harapan Stimulus Fiskal AS dan Brexit – Market Mover 15 December 2020 by Asido Situmorang

543

(Vibiznews – Market Mover) Pasar global pada minggu lalu mencermati berbagai sentimen penting seperti pelaksanaan vaksin vírus corona, perkembangan stimulus fiscal AS dan pembicaraan perdagangan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa. Namun memasuki minggu ini muncul sentimen bearish dengan adanya lonjakan kasus virus corona yang menyebabkan dilakukannya lagi pengetatan, khususnya di negara-negara Eropa.

Kota London di Inggris meningkatkan pembatasan yang mengharuskan bar dan restoran tutup, karena tingkat infeksi COVID-19 terus meningkat tajam. Sementara itu, Italia sedang mempertimbangkan pembatasan yang lebih ketat selama liburan Natal. Sedangkan di Jerman, sebagian besar toko telah diperintahkan untuk tutup hingga 10 Januari, dengan sedikit prospek pelonggaran di awal tahun baru.

Sementara itu harapan disepakatinya stimulus fiscal AS muncul, setelah diberitakan bahwa rencana bantuan bipartisan COVID-19 senilai $ 908 miliar akan dibagi menjadi dua paket, meningkatkan harapan bahwa setidaknya sebagian besar dari rencana yang sudah memiliki dukungan bipartisan akan disetujui.

Dari berita Brexit, Negosiator Brexit Uni Eropa Michel Barnier mengatakan bahwa menyepakati pakta perdagangan dengan Inggris masih memungkinkan, memberikan harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai hanya dalam beberapa hari ini untuk mencegah keluarnya Inggris tanpa kesepakatan.

Bagaimana sentiment peningkatan kasus virus corona dan harapan stimulus fiscal AS dan Brexit mempengaruhi pasar global?

Dari pasar Forex, dolar AS diperdagangkan mendekati posisi terendah 2,5 tahun terhadap mata uang utama pada hari Selasa karena permintaan melemah di tengah kemajuan menuju persetujuan stimulus fiskal AS dan optimisme untuk kesepakatan Brexit. Dan sebaliknya Poundsterling dan Euro menguat mengatasi dolar AS.

Dari pasar Index, bursa saham global melemah seiring lonjakan kasus vírus corona. Bursa Wall Street melemah. Bursa Asia dan Eropa juga terpantau melemah. Jika lonjakan vírus corona terus berlanjut dapat menekan Bursa saham. Dari pasar komo, lonjakan kasus vírus corona memicu kekhawatiran pelemahan permintaan seiring dilakukannya pembatasan ekonomi dan aktifitas khususnya Eropa. Sdgkan harga emas naik terbantu dengan pelemahan dólar AS.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here