Penggerak Pasar : Stimulus Fiskal AS, Pembicaraan Brexit dan Kasus Covid-19 – Market Mover 23 December 2020 by Asido Situmorang

611

(Vibiznews – Market Mover) Pasar perdagangan global memasuki masa Natal dan menjelang Tahun Baru 2021 diwarnai berbagai sentimen.

Sentimen positif datang dari disahkannya RUU stimulus fiscal AS senilai $ 900 miliar. Paket tersebut diantaranya mencakup tunjangan pengangguran tambahan, lebih banyak pinjaman usaha kecil, pembayaran langsung sebesar $ 600 dan dana untuk mendistribusikan vaksin Covid-19.

Namun Presiden AS Donald Trump, dalam tweet Selasa malam menyatakan RUU bantuan Covid senilai $ 900 miliar yang disahkan oleh Kongres tidak sesuai dan mendesak anggota parlemen untuk membuat sejumlah perubahan, termasuk pembayaran langsung yang lebih besar kepada individu dan keluarga.

Namun sentimen stimulus fiscal AS terus dibayangi sentiment negatif dengan munculnya varian baru virus corona di Inggris dan belum dicapainya kesepakatan pembicaraan perdagangan Inggris dengan Uni Eropa sementara batas waktu semakin mendekat pada 31 Desember 2020.

Kekhawatiran atas mutasi Covid yang menyebar cepat yang pertama kali diidentifikasi di Inggris. Varian baru memaksa pemerintah Inggris untuk menutup London dan bagian lain Inggris tenggara. Varian tersebut juga telah diidentifikasi di Italia, Belanda, Belgia, Denmark dan Australia. Ini telah menyebabkan banyak negara di seluruh dunia untuk menutup perbatasan mereka ke Inggris, dan mengganggu bisnis perjalanan.

Sementara itu, Inggris dan Uni Eropa tetap menemui jalan buntu terkait hubungan perdagangan pasca-Brexit ketika batas waktu 31 Desember semakin dekat, dengan perselisihan mengenai masalah-masalah seperti perikanan mengganggu pembicaraan. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Senin bahwa Inggris dapat tertekan jika terjadi tanpa kesepakatan.

Bagaimana pengaruh sentiment-sentimen stimulus fiscal AS, varian baru virus corona dan perkembangan pembicaraan perdagangan Brexit mempengaruhi pasar global?

Dari pasar forex, dolar AS retreat terpicu prodit taking setelah sebelumnya meningkat seiring pelemahan poundsterling dan euro. Namun jika pembicaraan perdagangan Brexit masih terus menemui kebuntuan, poundsterling dapat Kembali tertekan dan dolar AS menguat lagi.

Dari pasar index, bursa saham global diperkirakan meningkat. Stimulus fiscal AS yang disahkan kongres, dan ditambah permintaan Presiden AS Donald Trump untuk stimulus dapat ditingkatkan lagi memberikan harapan positif peningkatan stimulus AS. Hal ini membuat bursa saham baik bursa Wall Street, bursa Eropa damn Bursa Asia Pasifik berpeluang naik.

Dari pasar komoditas, harga emas menguat seiring pelemahan dólar AS. Sedangkan harga minyak masih tertekan kekhawatiran peningkatan pasokan minyak mentah mingguan AS.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here