Ekspektasi Bertambahnya Stimulus vs Perkembangan Virus — Market Outlook, 11-15 January 2021 by Alfred Pakasi

654

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar terus berharap kepada vaksin di tengah penyebaran virus corona yang terus meningkat, khususnya di Inggris, Eropa, dan AS.
  • Pasar berekspektasi stimulus fiskal baru yang lebih besar setelah Kongres AS mensahkan kemenangan pilpres atas Biden, sementara Trump sudah memastikan lancarnya transisi.
  • Laporan Nonfarm Payrolls AS di Desember yang dirilis lebih rendah dari perkiraan.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 89.3 juta orang terinfeksi di dunia dan 1.9 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia umumnya menguat, harga emas balik terkoreksi, US dollar kembali rebound, sedangkan IHSG rebound tajam.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi, dan paska hasil Pilpres AS akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 11-15 January 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau lompat menguat ke posisi 11,5 bulan tertingginya, sebagian karena aksi beli investor asing, di tengah sentimen positif bursa regional dan global. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya menguat. Secara mingguan IHSG ditutup menguat tajam 4.66%, atau 278.462 poin, ke level 6,257.535. Untuk minggu berikutnya (11-15 Januari 2021), IHSG kemungkinan akan diintip profit taking pendek tetapi masih dalam tren bullish, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6,275 dan kemudian 6,348, sedangkan support level di posisi 5,853 dan kemudian 5,735.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau fluktuatif namun masih berhasil membukukan gain mingguannya oleh mengalirnya capital inflow ke pasar uang domestik, sementara dollar global balik menguat, sehingga rupiah secara mingguannya menguat 0.36% ke level Rp 14,020. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan bias menurun, atau kemungkinan rupiah bias penguatan, dalam range antara resistance di level Rp14,212 dan Rp14,303, sementara support di level Rp13,862 dan Rp13,850.

===

Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Januari 2021, perkembangan harga pada bulan Januari 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,38% (mtm), atau secara tahunan sebesar 1,68% (yoy).

Sementara itu, BI juga merilis posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2020 yang tercatat sebesar 135,9 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2020 sebesar 133,6 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,2 bulan impor.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum rebound dari posisi hampir 3 tahun terendahnya ditopang kenaikan yields U.S. Treasury dan data NFP yang di bawah ekspektasi, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 90.10. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat tipis ke 1.2219. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2310 dan kemudian 1.2414, sementara support pada 1.2059 dan 1.1800.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.3555 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3686 dan kemudian 1.3792, sedangkan support pada 1.3134 dan 1.2854. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 103.95.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 105.35 dan 108.17, serta support pada 103.08 serta level 101.18. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7766 Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7820 dan 0.7916, sementara support level di 0.7642 dan 0.7462.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat dengan ekspektasi akan bertambahnya stimulus fiskal AS dan meredanya tensi politik di AS. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat tajam ke level 28,139. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 28200 dan 28700, sementara support pada level 26921 dan 26362. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 27,878. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28055 dan 28492, sementara support di 27080 dan 26000.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat dan mencetak rekor baru kembali oleh optimisme investor akan lebih banyak stimulus digelontorkan walaupun data tenaga kerja agak mengecewakan. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 31,097.98, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 31193 dan 31300, sementara support di level 29882 dan 29755. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 3,830.5, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3833 dan 3875, sementara support pada level 3662 dan 3607.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi di tengah meredanya ketegangan politik di AS dan naiknya yields U.S. Treasury, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,849.22 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1959 dan berikut $1965, serta support pada $1828 dan $1764.

 

Selamat kembali kepada “normal business days” pada minggu ini. Mungkin juga, ini merupakan “normal investing days” bagi Anda. Pada hari-hari ini gejolak pasar telah menjadi sesuatu yang semakin “normal”. Topik pembicaraan antara pandemic, uncertainty, crisis and recovery telah menjadi diskusi yang biasa oleh karena ramai dinamikanya. Mengawali tahun 2021 ini kelihatannya tidak bisa tidak investor harus semakin cerdas. Gejolak pasar harus dimanfaatkan, peluang pasar jangan sampai dilewatkan. Bukan masanya lagi undur dari pasar ketika volatilitas meningkat. Tetapi paralelnya, skill and knowledge harus ditambahkan, dilengkapi dan diasah. Jika tidak, Anda bisa tenggelam ditelan gelombang gejolak gunjang-ganjing pasar. Untuk hal itu, jadikan vibiznews.com sebagai partner Anda bergandengan tangan di dunia investasi di tahun ini. Terima kasih dan mari menuai sukses bersama, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here