Harga Gula di New York Kembali Naik Ke Harga Tertinggi 3 1/2 Tahun

278

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula naik pada penutupan pasar hari Rabu  kembali naik kenaikan harga gula di London ke harga 11 bulan tertinggi, dan di New York mencapai harga tertinggi 3 ½ tahun.

Harga gula Maret di ICE New York naik 38 sen (2.46%) menjadi $15.84 dan harga gula di ICE London naik 2.34%.

Harga gula naik pada penutupan pasar hari Rabu  kembali naik  kenaikan harga gula di London ke harga 11 bulan tertinggi, dan di New York mencapai harga tertinggi 3 ½ tahun. Harga gula naik setelah Unica melaporkan pada hari Rabu bahwa produksi gula di Brazil turun.

Laporan Unica pada hari Rabu bahwa produksi Brazil pada dua minggu terakhir Desember turun 13.7% dari tahun lalu menjadi 11,000 MT, walaupun produksi gula di Brazil selama Desember masih naik 44% dari tahun lalu menjadi 38.195 MMT. Persentase tebu yang digiling menjadi gula naik menjadi 46.22%  di 2020/21 dari 34.48% di 2019/20.

Kurs real Brazil kembali menguat  0.42% menjadi tertinggi satu minggu terhadap dolar pada hari Rabu. Menguatnya real membuat harga gula di Brazil menjadi mahal bagi pembeli diluar Brazil akibatnya dapat menurunkan ekspor.

Harga minyak mentah juga naik ke harga tertinggi 10 ¾ bulan pada hari Rabu, membuat pabrik tebu di Brazil lebih memilih untuk membuat etanol daripada gula, sehingga persediaan gula turun.

Harga gula naik tinggi selama 4 minggu dan mencapai harga tertinggi 3 ½ tahun pada hari Kamis lalu, karena persediaan global berkurang dan permintaan Asia meningkat. Alvean, pedagang gula terbesar dunia mengatakan pada hari Selasa bahwa pasar gula global akan defisit 5 MMT di 2020/21 dan  defisit 6 MMT di 2021/22 berbalik dari turunnya harga gula sejak 2016.

The Thailand Office of Cane & Sugar Board melaporkan bahwa produksi gula di Thailand pada bulan pertama 2020/21 dari 10 Desember – 7 Januari sebesar 1.3 MMT turun 54% dari tahun lalu. Juga The Thai Sugar Millers Corp melaporkan pada hari Jumat bahwa hasil tebu di Thailand pada bulan Pertama 2020/21 sampai 6 Januari sebesar 11.96 MT turun 45.6% dari tahun lalu pada periode yang sama.

Harga gula naik karena meningkatnya permintaan dari Asia. Permintaan gula di Indonesia meningkat membuat kenaikan harga gula. Menteri Perdagangan Indonesia pada 30 Desember lalu mengijinkan pabrik pembuat gula mengimpor 1.93 MMT gula mentah pada semester pertama 2021. Indonesia Sugar refiners Association memperkirakan bahwa impor gula akan meningkat 10% dari tahun lalu menjadi 3.3 MMT di 2021, karena peningkatan permintaan dari industri makanan dan minuman.

China General Administration of Custom melaporkan pada 24 Desember bahwa impor gula Nopember naik 114% dari tahun lalu menjadi 710 MT dan dari Januari – Nopember  naik 37.3% dari tahun lalu menjadi 4.36 MMT.

Cuaca kering di Brazil mengganggu pertumbuhan tanaman tebu sehingga dapat mengurangi produksi gula, hujan masih belum turun teratur di Area penanaman tebu membuat kelembaban tanah masih di bawah normal.Musim La Nina, menyebabkan kekeringan terjadi

Uni Eropa mengalami masalah cuaca dan tanaman beet terkena hama.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $15.40 dan berikut ke $15.10 sedangkan resistant pertama di $16.00 dan berikut ke $16.30.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here