IHSG Jumat Siang Terkoreksi ke 6.374; Fluktuatif dan Profit Taking dari 17,5 Bulan Tertingginya

123
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (15/1) terpantau terkoreksi 53,685 poin (0,84%) ke level 6.374,630 setelah dibuka menanjak ke level 6.455,046. IHSG sempat fluktuatif lalu tergerus profit taking dari level 17,5 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya variatif setelah Joe Biden merilis rencana program stimulus senilai USD1,9 triliun.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat 0,13% atau 18 poin ke level Rp 14.037, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik terbatas setelah melemah di sesi sebelumnya; agak tertekan dengan pernyataan dovish dari the Fed yang tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.055.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 39,636 poin (0,62%) ke level 6.467,951. Sedangkan indeks LQ45 naik 7,430 poin (0,74%) ke level 1.009,812.  Siang ini IHSG terkoreksi 53,685 poin (0,84%) ke level 6.374,630. Sementara LQ45 terlihat turun 1,28% atau 12,800 poin ke level 989,582.

Siang ini sembilan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemah. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor keuangan yang merosot 1,13%, diikuti sektor aneka industry yang turun 1,06%.

Tercatat sebanyak 147 saham naik, 308 saham turun dan 155 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk sangat ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 1.098,70 kali transaksi sebanyak 16,23 miliar lembar saham senilai Rp 13,806 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya mixed, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,58%, dan Indeks Hang Seng yang naik 0,00%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Indika (INDY) -3,74%, JAPFA (JPFA) -3,68%, Bank BRI (BBRI) -3,56%, dan BRI Agro (AGRO) 3,30%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak sempat fluktuatif di dua zona lalu digerus profit taking dari level 17,5 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini variatif setelah Joe Biden merilis rencana program stimulus USD1,9 triliun. Berikutnya IHSG kemungkinan tertahan konsolidasi di overbought area-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.472 dan 6.516. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.987, dan bila tembus ke level 5.853.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here