PEFINDO menegaskan peringkat“idAAA”untuk Adira Finance

2431
Foto : Dokumentasi Vibiznews

(Vibiznews – Bonds & Mutual) PEFINDO menegaskan peringkat kredit korporasi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) dan obligasi konvensional Adira Finance yang masih beredar di “idAAA”.PEFINDO juga menegaskan peringkat Sukuk Adira Finance yang masih beredar di “idAAA (sy)”. Prospek untuk peringkat kredit Perusahaan adalah “stabil”.

Efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Kemampuan emiten untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior. Akhiran sy berarti peringkat mengindikasikan pemenuhan prinsip Syariah.

Peringkat mencerminkan sinergi yang sangat kuat dan hubungan yang saling menguntungkan antara Adira Finance dan induk perusahaan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon, idAAA/Stabil), pangsa pasar Perusahaan yang sangat kuat di industri pembiayaan kendaraan bermotor, dan portofolio bisnis yang terdiversifikasi dengan baik. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tekanan pada kualitas aset dan profitabilitas.

Peringkat dapat diturunkan jika terdapat bukti material terkait penurunan dukungan dari Induk Perusahaan, yang dapat dipicu dari menurunnya kontribusi Adira Finance kepada Induk Perusahaan karena posisi bisnis yang melemah, atau jika terdapat penurunan yang signifikan dan berkelanjutan pada kualitas aset dan profitabilitas Perusahaan.

PEFINDO menilai penyebaran COVID-19 telah berdampak signifikan terhadap industri pembiayaan dalam hal pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitas, terutama terkait pembiayaan pada sektor-sektor ekonomi yang terkena dampak langsung seperti perhotelan, pariwisata, restoran, serta transportasi. Sektor manufaktur dan perdagangan berbasis komoditas juga terpengaruh pada tingkat yang lebih rendah, karena terbatasnya akses ke tempat kerja. Kemampuan debitur dari sektor-sektor ekonomi tersebut terpengaruh secara signifikan, sehingga kemampuan pembayaran kembali kewajiban finansial mereka mengalami penurunan, serta mempengaruhi profil keuangan perusahaan-perusahaan pembiayaan.

Meskipun POJK 58/POJK.05/2020memungkinkan perusahaan pembiayaan untuk merestruktur akun-akun yang terdampak COVID-19 untuk dapat mempertahankan rasio kualitas aset mereka, implementasinya juga memungkinkan terjadinya risiko moral hazard, di mana debitur-debitur yang sebenarnya tidak terlalu terpengaruh juga akan tidak melakukan pembayaran angsuran.

Kami memperkirakan terkendalinya dampak dari penyebaran COVID-19 terhadap profil kredit Adira Finance, yang secara garis besar didukung oleh keunggulan kompetitif Perusahaan yang kuat dengan tautan kepemilikan saham Bank Danamon dan MUFG Bank, Ltd., memberikan Perusahaan akses pendanaan yang stabil. Adira Finance juga menerapkan kriteria pembiayaan yang lebih ketat dan mengintensifkan upaya penagihan angsuran yang didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang kuat.

Hal ini diperkirakan dapat memitigasi potensi penurunan bisnis akibat proyeksi pertumbuhan penjualan otomotif nasional yang belum akan sepenuhnya pulih dalam 18-24 bulan ke depandan dapat mempengaruhi permintaan terhadap jasa pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor. PEFINDO akan terus memantau secara ketat perkembangan dampak pandemi terhadap performa Perusahaan dan profil kredit secara keseluruhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here