Harga Minyak Sawit Melanjutkan Penurunannya Karena Ekspor Turun

254

(Vibiznews – Commodity)  –  Harga minyak sawit terus melanjutkan penurunnya pada penutupan pasar hari Rabu, karena menurunnya permintaan akan minyak sawit dari turunnya ekspor namun banjir yang berlangsung karena curah hujan tinggi di daerah perkebunan sawit menghentikan penurunan harga.

Harga minyak sawit April di Bursa Malaysia Derivatif Exchange turun 14 ringgit atau 0.4% menjadi  3,255 ringgit ($804.55)  per ton.

Harga minyak sawit telah turun  508 ringgit atau 13.61% dari harga tertinggi 10 tahun pada 6 Januari di 3,733 ringgit. Harga minyak sawit pada tahun 2021 ini  turun 365 ringgit atau 10.17% dari 3,590 dari 4 Januari, perdagangan pertama di tahun 2021.

Menurut  Palm Oil Analytics, Amspec Agri ekspor minyak sawit turun 41.06% atau 440,836 ton menjadi 632,827 ton dari 1 Januari sampai 20 Januari 2021 dibandingkan 1.07 juta ton pada 20 hari pertama bulan Desember 2020.

Banjir melanda Malaysia, sebesar 3,600 ha perkebunan sawit di Pahang, Johor, Perak, Negeri Sembilan dan Sabah terkena banjir dan mempengaruhi  operasi pabrik-pabrik minyak sawit sehingga produksi hariannya menurun.

Harga minyak sawit terus turun pada bulan Januari 2021 ini karena turunnya ekspor sampai  selama 20 hari pertama tahun 2021, namun turunnya ekspor diimbangi dengan turunnya produksi dari Indonesia dan Malaysia sehingga persediaan berkurang.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,190 ringgit , berikut ke 3,160 ringgit sedangkan resistant pertama di 3,370 ringgit dan berikur ke 3,420 ringgit

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here