Harga Kakao Turun karena Permintaan Kakao Eropa Turun

270

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao pada hari Kamis turun untuk hari  kedua berturut-turut karena permintaan kakao Eropa pada kuartal ke 4 turun dan harga kakao di London turun karena menguatnya GBP/USD ke kurs tertinggi 2 ½ tahun

Harga kakao Maret di ICE New York turun $19 (0.74%) menjadi $2,550 per ton dan harga kakao Maret di ICE London juga turun 1.19%.

Harga kakao pada hari Kamis turun untuk hari  kedua berturut-turut karena permintaan kakao Eropa pada kuartal ke 4 turun sebesar 3.1% dari tahun lalu menjadi 344,151 MT, penurunan terbesar dalam 4 tahun. Harga kakao di London juga turun ketika GBP/USD naik ke kurs tertinggi 2 ½ tahun pada hari Kamis membuat harga kakao turun karena harganya berdasarkan pound sterling.

Harga kakao New York  meningkat karena peningkatan dari permintaan kakao untuk digiling dari negara Asia dan Amerika Utara. Pada hari Jumat lalu jumlah permintaan Asia pada kuartal ke 4 turun 4.2% dari tahun lalu menjadi 217,546 MT, penurunan yang lebih kecil dari perkiraan sebelumnya permintaan sempat turun 9% dari tahun lalu, juga di Amerika Utara permintaan kakao naik 7% dari tahun lalu menjadi 118,043 MT meningkat diluar perkiraan karena sebelumnya turun 2.5% dari tahun lalu, sehingga mencapai jumlah tertinggi pada kuartal ke empat dalam 5 tahun.

Ivory Coast Gepex, group yang terdiri dari 6 perusahaan penggilingan kakao terbesar di dunia mengatakan bahwa di Ivory Coast kakao yang diproses naik 3.7% dari tahun lalu menjadi 49,257 MT.

Hasil survey IRI bahwa penjualan coklat di Amerika selama 13 minggu sampai 27 Desember turun 2.7% dari tahun lalu, karena untuk mencegah penyebaran pandemi covid akan lockdown akan diperketat sehingga restoran dan toko-toko akan ditutup dan mengurangi permintaan coklat.

Harga kakao sempat turun karena cuaca di Afrika Barat sangat baik, sehingga pemerintah Ivory Coast mengatakan bahwa petani kakao mengirim 63,495 MT kakao ke pelabuhan selama minggu ini dari 11 Januari – 17 Januari naik 72% dari tahun lalu, namun total kakao yang dikirim dari 1 Oktober – 17 Januari masih turun 1.5% dari tahun lalu menjadi 1.33 MMT.

Persediaan kakao yang diawasi ICE sempat turun ke terendah satu tahun pada 23 Desember 2020, namun persediaan itu naik kembali ke tertinggi 2 bulan pada hari Jumat lalu.

Persediaan kakao yang diawasi ICE pada hari Kamis sebesar 3.222 juta kantong.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di 2,560 ringgit kemudian ke 2,520 ringgit sedangkan resistant pertama di 2,650 ringgit dan berikut ke 2,660 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here