Harga Minyak Sawit Turun Dua Minggu Berturut-Turut – Review Mingguan Harga Minyak Sawit

590

(Vibiznews – Commodity) – Pergerakan harga minyak sawit pada minggu  ke 3 bulan Januari tahun 2021 ini dari tanggal 18 Januari sampai 22  Januari 2021   Pada minggu  harga minyak sawit turun  3 hari  selama seminggu  turun  4.2  % penurunan mingguan kedua berturut -turut  selama enam minggu.

Pergerakan harga minyak sawit  pada minggu ini :

  • Harga minyak sawit April pada penutupan pasar hari Jumat tanggal 22 Januari 2021 di Bursa Malaysia Derivative Exchange turun 5 ringgit atau 0.15% menjadi 3,279 ringgit ($811.33) per ton, setelah sempat turun 1.8% pada perdagangan hari ini .
  • Harga minyak sawit April pada penutupan pasar hari Kamis 21 Januari 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 62 ringgit atau 1.9% menjadi 3,283 ringgit ($814.64) per ton.
  • Harga minyak sawit April pada penutupan pasar hari Rabu 20 Januari 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange turun 14 ringgit atau 0.4% menjadi  3,255 ringgit ($804.55)  per ton.
  • Harga minyak sawit April pada hari Selasa 19 Januari 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 77 ringgit atau 2.3 % menjadi 3,273 ringgit ($808.55) per ton. Harga minyak sawit turun 6 hari dalam  7 hari  ini dan ditutup turun terendah sejak 26 Nopember, harga terendah dua bulan.
  • Harga minyak sawit April pada hari Senin 17 Januari 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik 23 ringgit atau 0.7% menjadi 3,345 ringgit ($825.93) per ton. Di pertengahan pasar harga sempat turun 0.96%.

Pergerakan pasar pada minggu ini yang menyebabkan penurunan harga :

  • Menurut  Palm Oil Analytics, Amspec Agri ekspor minyak sawit turun 41.06% atau 440,836 ton menjadi 632,827 ton dari 1 Januari sampai 20 Januari 2021 dibandingkan 1.07 juta ton pada 20 hari pertama bulan Desember 2020.
  • Para pedagang masih memperkirakan produksi akan meningkat pada semester kedua tahun 2021. Produksi Indonesia di 2021 diperkirakan akan meningkat 1.8% dari tahun lalu menjadi 48.3 juta ton dan produksi Malaysia diperkirakan akan naik 2.4% menjadi 19.6 juta ton, menurut survey Reuters.
  • Pada hari Rabu Bank Sentral Malaysia akan menurunkan tingkat suku bunga ke rekor terendah setelah penyebaran covid-19 meningkat dan setelah dilakukan lockdown membuat aktivitas ekonomi berkurang.
  • Harga minyak sawit yang tinggi membuat para pembeli lebih memilih untuk membeli minyak kedelai dan minyak canola.
  • Harga minyak kedelai sedang mengalami penurunan karena cuaca pulih dari kekeringan di Amerika Selatan, Argentina & Brazil hujan turun pada minggu lalu sehingga panen akan

Pergerakan pasar pada minggu ini yang menyebabkan  kenaikan harga :

  • Banjir melanda Malaysia, sebesar 3,600 ha perkebunan sawit di Pahang, Johor, Perak, Negeri Sembilan dan Sabah terkena banjir dan mempengaruhi  operasi pabrik-pabrik minyak sawit sehingga produksi hariannya menurun.
  • Impor minyak sawit ke Uni Eropa di 2020/21 mulai bulan Juli mencapai 3.24 juta ton sampai 17 Januari naik dari 3.10 juta ton di tahun lalu pada periode yang sama menurut the European Commission pada hari Senin.
  • Persediaan terbatas akibat turunnya produksi minyak sawit di negara penghasil Malaysia dan Indonesia karena kekurangan pekerja di perkebunan kelapa sawit.
  • Southern Peninsular Palm Oil Millers Association memperkirakan produksi selama 1- 15 Januari turun 29% dari bulan lalu.
  • Produksi minyak nabati global berkurang karena produksi dari biji-bijian sedang berkurang. Produksi minyak sawit di Malaysia dan Indonesia mengalami hambatan karena kekurangan tenaga kerja di perkebunan sawit

Kesimpulan :

  • Tren harga minyak sawit masih bisa meningkat karena persediaan yang sedikit akibat kerusakan di area perkebunan karena banjir akibatnya produksi minyak sawit turun kembali.
  • Kenaikan harga terhambat karena permintaan berkurang dari importir terbesar India dan Cina.
  • Pandemi Covid yang membuat lockdown di Malaysia kembali membuat pergerakan perekonomian turun.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,240 ringgit dan berikut ke 3,160 ringgit sedangkan resistant pertama di 3,380 ringgit dan berikut ke 3,420 ringgit

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here