Rekomendasi GBP/USD 25 – 29 Januari 2021: Naik Karena Stimulus AS & Vaksin Inggris, Akankah Berlanjut?

1411
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) Selama beberapa hari GBP/USD mengalami rally dan naik ke ketinggian selama dua tahun yang baru di 1.3745 karena kecepatan kampanye vaksin Inggris dan potensi stimulus AS, namun pada hari Jumat minggu lalu turun ke 1.3654 karena angka penjualan ritel Inggris mengecewakan dan memburuknya sentimen pasar.

Di Amerika Serikat, hari pertama bertugas, Biden segera menandatangani executive orders yang sebagian besar hanya membalikkan apa yang sudah dengan susah payah diperjuangkan oleh Trump untuk kebaikan rakyat AS selama ini. Sebagian lagi berhubungan dengan usaha mengatasi coronavirus yang dikatakan Biden bahwa arah tren naik corona virus saat ini tidak mungkin bisa diubah selama beberapa bulan kedepan dan bahwa  Amerika Serikat bisa mengalami kematian atas 100.000 orang lagi karena Covid – 19 pada bulan depan. Selain itu Biden juga mengurangi banyak lapangan pekerjaan yang akan berdampak negatip terhadap perekonomian AS dengan menghentikan ijin penggunaan pipa yang mengirim minyak mentah dari Kanada ke AS.

Dari sisi Inggris, kenaikan GBP/USD sebagian besar disebabkan oleh kemajuan Inggris melawan Covid – 19. Meskipun angka kematian masih tinggi dengan rekor harian sebanyak 1.820 orang, penularan terus turun sehingga memberikan harapan rumah sakit akan segera mengalami kelegaan. Kecepatan penyuntikan vaksin yang mencapai 340.000 suntikan per hari mendukung kenaikan Sterling. Namun, laporan mengenai diperpanjangnya lockdown sampai ke musim panas telah membatasi kenaikan Sterling.

Data ekonomi Inggris membantu kenaikan Sterling. Consumer Price Index Inggris mengakhiri tahun 2020 dengan kenaikan 0.6%, sedikit diatas dari yang diperkirakan.

Dari Amerika Serikat, klaim pengangguran awal menurun ke 900.000 sementara data perumahan bulan Desember menunjukkan tanda – tanda perbaikan.

Sementara angka PMI manufaktur dan jasa di AS kedua – duanya membaik ke 59.1 untuk manufaktur dan 57.5 untuk jasa, kedua – duanya diatas angka sebelumnya dan lebih baik daripada yang diperkirakan.

Minggu ini, di Inggris para investor memperhatikan statistik dari imunisasi karena PM Boris Johnson menghubungkan pelonggaran restriksi dengan kampanye vaksin. Inggris saat ini menjadi pemimpin di dalam hal imunisasi di dunia Barat dengan vaksinisasi sedang berlari mencapai 10% dari saat ini 7.47% dari populasi. Ini adalah pencapaian yang substansial. Pencapaian yang lainnya adalah 500.000 suntikan per hari. Pemerintah memperkirakan bahwa pencapaian kecepatan sedemikian diperlukan untuk bisa membuka kembali ekonomi pada pertengahan bulan Februari.

Dunia sedang mengamati Israel sebagai pemimpin dalam imunisasi. Studi menunjukkan bahwa suntikan vaksin memberikan kontribusi terhadap turunnya jumlah penularan.

Sektor jasa ketinggalan di dalam negosiasi perdagangan Brexit dan pembicaraan mengenai topik ini berlanjut dengan lambat, namun tetap ada di dalam benak para trader.

Laporan mengenai pekerjaan adalah event utama pada minggu ini di dalam kalender ekonomi Inggris. Tingkat pengangguran diperkirakan naik diatas 5% pada bulan November sementara pertumbuhan upah kemungkinan sedikit berkurang. Pasar tenaga kerja relatif tetap kuat karena skema cuti pemerintah yang terus berlanjut.

Di Amerika Serikat minggu ini, stimulus Biden kemungkinan akan mendapatkan hambatan dari Republikan sehingga tidak bisa dengan cepat dikeluarkan dan juga kemungkinan tidak bisa sepenuhnya dikeluarkan. Selanjutnya Federal Reserve AS akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter pada hari Rabu, Meskipun diperkirakan bank sentral AS ini tetap akan mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah, namun tetap menjadi event yang paling ditunggu, apakah akan cenderung mengurangi pembelian obligasi atau menambahnya untuk mendanai rencana stimulus. Selain itu AS juga akan mempublikasikan order Durable Goods bulan Desember yang diperkirakan akan membukukan kenaikan sedikit 0.5%. Pada hari Kamis akan dirilis angka GDP kuartal ke empat perkiraan pendahuluan yang diperkirakan sebesar 2.8% turun dari kuartal sebelumnya 3.7%.

Secara tehnikal, GBP/USD masih memiliki ruang untuk naik dengan momentum masih mengarah keatas.

“Support” terdekat menunggu di 1.3620 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3510 dan kemudian 1.3450. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3705 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3740 dan kemudian 1.3810.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here