Weekly Market Review Soft Commodities : Coffee – Sugar – Cocoa

605

(Vibiznews – Commodity) –  Pada penutupan pasar hari Jumat harga soft commodities semua turun dan semua mencapai harga terendah satu minggunya dengan harga kopi Arabika  turun,  harga kopi Robusta turun ke harga terendah satu minggu,  harga gula di New York  turun ke harga terendah satu minggu,  dan  harga kakao juga turun ke harga terendah satu minggu.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun dan harga kopi Robusta turun ke terendah 1 minggu, Laporan Conab bahwa produksi meningkat 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong, harga kopi Arabika turun karena  hujan turun di Minas Gerais, Perkebunan kopi Arabika terbesar di Brazil dan juga persediaan kopi Arabika dan kopi Robusta yang dalam pengawasan ICE  meningkat.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat melanjutkan penurunan harga pada hari Kamis turun ke terendah satu minggu karena turunnya hujan di Brazil yang akan menguntungkan bagi tanaman tebu, dan melemahnya real Brazil.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat turun tiga hari berturut-turut dan mencapai harga terendah satu minggu. Harga kakao turun karena permintaan kakao menurun akibat lockdown yang terjadi di banyak negara.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

Harga kopi Arabika Maret di ICE New York turun $2.40 (1.90%) menjadi $124.05 dan harga kopi Robusta ICE London turun 0.98%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi  dunia  di 2019/20 ( Oktober – September) turun  6%  dari tahun lalu menjadi   168.553  juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global turun 0.9% dari tahun lalu menjadi 167.592 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2019/20    akan menjadi surplus  961,000 kantong dari  perkiraan sebelumnya 2.265  juta  kantong di 2018/2019  menurut ICO.
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021  diperkirakan akan turun  7% dari tahun lalu menjadi  31.35 juta kantong jumlah terendah 12 tahun menurut Conab.
  • Ekspor kopi Brazil di 2020/21 diperkirakan akan meningkat menjadi  2 juta kantong.
  • Produksi kopi Arabika global di  Oktober – Nopember naik 6.5% menjadi 20.5 juta kantong menurut ICO
  • Produksi kopi Arabika Colombia turun 6% dari tahun lalu menjadi 9  juta kantong.
  • Ekspor kopi Arabika Colombia naik 9 % dari tahun lalu menjadi 1.271 juta kantong Colombia Coffee Growers Federation
  • Produksi kopi robusta global naik 3.2% dari tahun lalu menjadi 72.822 juta kantong.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari –  Desember  2020 turun 8.8% dari tahun lalu menjadi 1.511 MMT menurut General Departement of  Vietnam Customs.

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $ 122 dan berikut ke  $116  sedangkan resistant pertama di $ 127 dan berikut ke $ 130

Harga gula Maret di ICE New York turun 18 sen (1.12%) menjadi $15.87 dan Harga gula putih Maret di ICE London 1.22%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT  setelah turun 8.4%  di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit  5  MMT  surplus 1.86 MMT di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan  akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20  menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2020/21 akan naik 16.8% dari tahun lalu menjadi 33.76 MMT menurut USDA-Foreign Agricultural Service (FAS).
  • Perkiraan ekspor gula  India di 2020/21 akan naik 3.5% menjadi 6 MMT menurut USDA-Foreign Agricultural Service (FAS).
  • Produksi gula Thailand di 2020 /21 turun 13% dari tahun lalu menjadi terendah 11 tahun sebesar 7.2 MMT  karena cuaca kering.
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2020/21 turun 5.6% dari tahun lalu menjadi 16.05 MT karena cuaca kering menurut FAS- USDA.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $15.70 dan berikut ke $15.10 sedangkan resistant pertama di $16.70  dan berikut ke $17.20

Harga kakao Maret di ICE New York turun $21 (0.82%) menjadi $2,529 perton, dan Harga kakao di ICE London turun 0.46%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 (Oktober – September) akan turun 8% dari tahun lalu menjadi 4.697 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan turun 3.2% dari tahun lalu menjadi 4.631 MMT penurunan pertama sejak 2016 menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao 2019/20 akan surplus 19,000 MT dari defisit 48,000 MT di 2018/19. menurut ICCO
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,500 dan berikut ke $2,460 sedangkan resistant pertama di $2,620 dan berikut ke $2,660.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here