Harga Gula Turun Di New York Akibat Melemahnya Real Brazil

355

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula pada penutupan pasar hari Senin mixed dengan harga gula di New York turun karena melemahnya real Brazil ke kurs terendah 2 ½ bulan terhadap dolar, membuat ekspor gula dapat meningkat, sedangkan harga gula di London naik karena produksi gula di Thailand turun 35% dari tahun lalu menjadi 3 MMT dari 10 Desember – 21 Januari.

Harga gula Maret di ICE New York turun 13 sen (0.82%) menjadi  $15.74 dan harga gula putih Maret di ICE London naik 0.09%.

Kurs real Brazil melemah ke kurs terendah 2 ½ bulan terhadap dolar akibatnya harga gula Brazil lebih murah bagi pembeli luar negeri membuat ekspor meningkat.

The Thailand Office of Cane & Sugar Board melaporkan pada hari Senin bahwa produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember  – 21 Januari turun 35% dari tahun lalu menjadi 3 MMT.

Pada 14 Januari lalu harga gula sempat mencapai harga tertinggi 3 ½ tahun karena persediaan gula global turun. Citigroup pada 14 Januari meningkatkan perkiraan harga gula di 2021 akan naik menjadi 14.7 dari 13.6 sen karena subsidi di ekspor India tidak berhasil.

Harga gula meningkat karena permintaan gula dari Indonesia, negara importir gula terbesar di dunia , Departemen Perdagangan Indonesia mengumumkan pada 30 Desember mengijinkan pabrik pengolahan gula mengimpor 1.93 MMT pada semester pertama 2021. Indonesia’s Sugar Refivers Association berharap import gula naik 10% dari tahun lalu menjadi 3.3 MMT di 2021 karena meningkatnya permintaan dari industri makanan dan minuman.

Permintaan gula dari Cina, negara importir gula terbesar ke dua di dunia meningkat.  China;s General Administrations of Customs melaporkan pada Senin lalu bahwa import gula Cina pada bulan Desember naik 325% dari tahun lalu menjadi 910MT dan import gula Cina di 2020 naik 55.5% dari tahun lalu menjadi 5.27 MMT.

Syrian State Agency mengeluarkan tender untuk membeli  85,000 ton gula putih dari pasar Internasional.

Hujan turun di Brazil, sehingga membuat area tanaman tebu kembali subur dan lepas dari kekeringan, membuat hasil panen Brazil dapat meningkat.

Ekspor India mengalami penurunan karena penerapan subsidi ekspor tidak berjalan. Produksi gula Thailand juga menurun karena pengurangan area penanaman tebu dan curah hujan yang turun  tinggi selama musim monsoon.

Pandemi covid-19 gelombang ke dua menyebabkan lockdown di beberapa negara akibatnya permintaan etanol berkurang, membuat persediaan gula dapat meningkat.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $15.70 dan berikut ke $15.40 sedangkan resistant pertama $16.10 dan berikut $16.70 .

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here