Harga Kopi Arabika Turun Karena Curah Hujan Meningkat di Brazil

344

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi pada penutupan pasar hari Senin mengalami penurunan karena hujan turun di Brazil dengan curah hujan diatas normal, dimana akan menyuburkan tanah, membuat tanaman kopi dapat hasil panennya meningkat dan menurunnya permintaan akibat lockdown akibat pandemi covid-19.

Harga kopi Arabika Maret di ICE New York ditutup turun 40 sen (0.32%) menjadi $124.10 dan harga kopi Robusta Maret di ICE London turun 0.37%.

Menurut Somar Meteorologia pada Hari Senin bahwa curah hujan di Minas Gerais, perkebunan kopi terbesar di Brazil sebesar 78.5 mm pada minggu terakhir atau 160% diatas rata-rata.

Harga kopi Arabika sempat turun ke harga terendah 3 minggu pada hari Kamis, karena permintaan berkurang akibat lockdown Covid-19 yang menyebabkan restoran dan coffee shops ditutup. Sementara ICO ( International Coffee Organization ) pada hari Senin lalu memperkirakan produksi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 171.896 juta kantong sehingga pasar kopi global menjadi surplus 5.268 juta kantong naik 27% dari tahun lalu dan naik ke tertinggi 3 tahun. Persediaan kopi global cukup setelah ICO melaporkan di bulan Oktober – Desember ekspor kopi naik 6.1% dari tahun lalu menjadi 31.59 juta kantong.

Colombia Coffee Growers Federation melaporkan pada hari Jumat bahwa ekspor kopi Arabika Colombia naik 3% dari tahun lalu menjadi 1.102 juta kantong. Colombia, produsen kopi Arabika terbesar ke dua di dunia.

Pada hari Jumat Vietnam melaporkan persediaan kopi Robusta sedikit sehingga harga kopi Robusta naik ke harga tertinggi 3 minggu. The Vietnam General Statistics Office melaporkan hari Kamis bahwa ekspor kopi Robusta Vietnam di bulan Januari turun 17.6% dari tahun lalu menjadi 120,000 MT. The Vietnam National Coffee Association di 19 Januari lalu memperkirakan produksi kopi Robusta Vietnam turun 10 -15% tahun ini karena bencana alam dan rendahnya investasi karena harga kopi yang murah.

Conab pada tanggal 28 Januari memperkirakan produksi kopi Arabika turun 35.7% dari tahun lalu menjadi terendah  12 tahun sebesar 31.35 juta kantong, karena pohon kopi sudah mencapai usia untuk diganti dan juga kerusakan terjadi pada tanaman kopi karena kurangnya air.

Persediaan kopi   yang dalam pengawasan ICE selama 3 bulan terakhir naik, persediaan kopi Arabika naik ke jumlah tertinggi 7 ½ bulan menjadi 1.663 juta kantong dari persediaan terendah 20 ¾ bulan di 1.096 juta kantong di 5 Oktober, demikian juga persediaan kopi Robusta naik ke jumlah tertinggi 10 bulan, dari jumlah terendah 2 tahun di 10.808 lot pada 14 Oktober.

Persediaan kopi dalam pengawasan ICE sebesar 1.652 juta kantong pada hari Senin.

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $122 dan berikut ke $119 sedangkan resistant pertama di $126 dan berikut ke $129

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here