Harga Minyak Sawit Naik Karena Ekspor Meningkat

294

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Rabu kembali naik untuk hari ke lima berturut-turut, setelah laporan bulanan persediaan dan permintaan dari MPOB ( Malaysian Palm Oil Board) karena kenaikan ekspor.

Harga minyak sawit April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 57 ringgit (1.59%) menjadi 3,629 ringgit ($897.16)  per ton.

Ekspor minyak sawit dari 1 – 10 Februari naik 53.94% menjadi 400,375 ton dari 260,080 ton  di bulan Januari pada periode yang sama menurut Cargo Surveyor Intertek Testing Services.

Harga minyak sawit juga mengikuti kenaikan harga kedelai di CBOT ( Chicago Board of Trade) yang naik 0.01% setelah laporan persediaan dan permintaan bulanan  WASDE dari USDA.

Laporan  Bulanan persediaan dan permintaan bulan Januari dari  the Malaysian Palm Oil Board (MPOB)

  • Persediaan CPO di bulan Januari 2021  naik 9.76%  menjadi 640,781 ton  dari 583,811 ton di bulan Desember 2020.
  • Persediaan minyak sawit total naik 4.68% dari bulan lalu menjadi 1.32 juta ton dari 1.26 juta ton pada bulan Desember 2020,
  • Produksi minyak sawit  turun 15.52% menjadi 1.12 juta ton dari 1.33 juta ton di bulan Desember 2020.
  • Ekspor minyak sawit di bulan Januari 2021 turun 42.33% menjadi 947,395 ton  dari 1.64 juta ton dibulan Desember 2020.

Volume transaksi pada hari Rabu naik ke 74,347 lot dari 58,471 lot pada hari Selasa, dan posisi terbuka juga naik menjadi 266,284 kontrak dari 250,167 kontrak.

Harga CPO dipasar fisik untuk kontrak Februari turun 10 ringgit menjadi 3,970 ringgit per ton.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan suppor pertama di 3,490 ringgit terus ke 3,440 ringgit dan resistant pertama di 3,620 ringgit kemudian ke 3,720 ringgit

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here