Neraca Perdagangan Januari 2021 Terus Berlanjut Surplus USD1,96 Miliar; Kinerja Ekspor Basis SDA

139
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy) – Bank Indonesia (BI) merilis data neraca perdagangan Indonesia Januari 2021 yang kembali mencatat surplus sebesar 1,96 miliar dolar AS, meskipun sedikit menurun dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 2,1 miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia telah berturut-turut mengalami surplus sejak Mei 2020, demikian keterangan resmi Departemen Komunikasi Bank Indonesia (15/02).

“Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan,” ungkap Erwin Haryono, Direktur Eksekutif BI.

Surplus neraca perdagangan Januari 2021 dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang berlanjut. Pada Januari 2021, surplus neraca perdagangan nonmigas meningkat menjadi 2,63 miliar dolar AS, lebih tinggi dari surplus Desember 2020 sebesar 2,56 miliar dolar AS. Perkembangan itu dipengaruhi oleh ekspor yang meningkat sebesar 15,30 miliar dolar AS, meskipun lebih rendah dari peningkatan ekspor bulan sebelumnya sebesar 16,54 miliar dolar AS. Ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti CPO, batubara, dan bijih logam tercatat membaik, di tengah penurunan ekspor sejumlah produk manufaktur. Sementara itu, impor nonmigas menurun pada seluruh komponen, terutama dipengaruhi permintaan domestik yang belum kuat.

Adapun, defisit neraca perdagangan migas sedikit meningkat dari 0,46 miliar dolar AS pada Desember 2020 menjadi 0,67 miliar AS, dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas di tengah impor migas yang meningkat.

Sumber: BI, 15-2-2021

Analis Vibiz Research Center melihat surplus neraca perdagangan bulan Januari 2021 ini ditopang oleh kembali membaiknya kinerja ekspor non migas di tengah tren kenaikan harga komoditas sumber daya alam (SDA). Secara keseluruhan, seperti yang disebutkan BI, ini baik untuk ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Di tengah pandemi yang memanjang neraca perdagangan kita tetap surplus, bahkan surplus secara konsisten dalam 9 bulan terakhir. Ke depannya, kita tetap harapkan pemulihan ekonomi segera dengan konsumsi domestik yang semakin cepat pulih pada masa berlakunya new normal ini.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here