Tiga Alasan LPI Dapatkan Kepercayaan Dari Dalam dan Luar Negeri

124
Sumber: Kemenkeu

(Vibiznews – Economy & Business) –   Saat memperkenalkan jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direktur LPI, di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (16/02), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) mampu memperoleh kepercayaan dari dalam maupun luar negeri.

Meskipun Indonesia termasuk negara yang sangat terlambat dalam pembentukan Sovereign Wealth Fund, namun Presiden meyakini Indonesia Investment Authority mampu mengejar ketertinggalannya dan mampu memperoleh kepercayaan nasional dan internasional. Menurutnya, terdapat tiga alasan yang melatarbelakangi keyakinan tersebut.

Pertama, pembentukan INA mempunyai dasar hukum yang kuat yaitu diperintah langsung oleh Undang-Undang Cipta Kerja.“Kelembagaan dan cara kerjanya juga jelas sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2020,” tegasnya seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet (Setkab).

Silahkan klik untuk join

Kedua, INA dijamin menjadi institusi profesional yang dilindungi oleh undang-undang dan menggunakan pertimbangan-pertimbangan profesional dalam menentukan langkah-langkah kerjanya.

Ketiga, INA dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa yang berpengalaman di kancah profesional internasional seperti jajaran Dewan Pengawas LPI terdiri dari lima orang figur yang terdiri dua anggota ex officio yaitu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebagai ketua merangkap anggota dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Erick Thohir sebagai anggota serta tiga orang anggota dari kalangan profesional, yaitu Darwin Cyril Noerhadi sebagai anggota untuk masa jabatan tahun 2021-2026, Yozua Makes sebagai anggota untuk masa jabatan tahun 2021-2025, dan Haryanto Sahari sebagai anggota untuk masa jabatan tahun 2021-2026.

Sementara, Dewan Direktur LPI juga diisi oleh lima figur yang semuanya berasal dari kalangan profesional yaitu Ridha Wirakusumah (Ketua Dewan Direktur), Arief Budiman (Wakil Ketua Dewan Direktur),  Stefanus Ade Hadiwidjaja (Direktur Investasi), Marita Alisjahbana (Direktur Risiko), serta Eddy Porwanto (Direktur Keuangan).

“Dengan fondasi hukum dan dukungan politik yang kuat serta Dewan Pengawas dan jajaran Direksi yang hebat dan jejaring internasional yang kuat, saya meyakini Indonesia Investment Authority (INA) akan memperoleh kepercayaan nasional dan internasional dan mampu membuat INA sebagai Sovereign Wealth Fund kelas dunia,” pungkas Presiden.

 

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here