Bursa Asia Turun Tertekan Pelemahan Bursa Wall Street dan Harga Minyak

184
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Bursa Saham di Asia-Pasifik bergerak lebih rendah pada perdagangan Jumat (19/02) menyusul penurunan semalam untuk indeks utama di Wall Street dan pelemahan harga minyak.

Di Jepang, indeks NIkkei 225 merosot 1% tertekan penurunan harga konsumen Jepang.

Harga konsumen inti Jepang turun 0,6% pada Januari dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis hari Jumat oleh Biro Statistik negara itu. Itu menandai penurunan tahunan keenam berturut-turut, menurut Reuters.

Indeks Kospi Korea Selatan merosot 0,6%.

Saham di Australia tergelincir dengan indeks ASX 200 turun 1,4%.

Penjualan ritel Australia naik 0,6% pada bulan Januari dengan basis penyesuaian musiman dibandingkan dengan bulan sebelumnya, menurut angka perdagangan ritel awal yang dirilis Jumat oleh Biro Statistik negara tersebut. Itu lebih rendah dari ekspektasi dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 2%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,42% lebih rendah.

Semalam bursa Wall Street merosot, indeks Dow Jones Industrial Average turun 119,68 poin menjadi ditutup pada 31.493,34. Indeks S&P 500 turun 0,44% untuk menyelesaikan hari perdagangannya di 3.913,97 sementara indeks Nasdaq turun 0,72% menjadi sekitar 13.865,36.

Penurunan di Amerika Serikat terjadi setelah pengajuan pertama kali untuk klaim pengangguran mencapai 861.000 pekan lalu, tertinggi dalam sebulan dan di atas perkiraan Dow Jones di 773.000, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis.

Sementara itu, harga minyak turun di pagi hari jam perdagangan Asia pada hari Jumat, karena patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 1,77% menjadi $ 62,80 per barel. Minyak mentah berjangka AS turun 2,16% menjadi $ 59,21 per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Asia berpotensi turun tertekan pelemahan bursa Wall Street dan kemerosotan harga minyak mentah. Data ekonomi Jepang yang lemah dengan penurunan harga konsumen inti, dan data ekonomi Australia yaitu data penjualan ritel yang masih di bawah perkiraan, juga memberikan sentimen bearish bagi bursa Asia

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here