Harga Minyak Sesi Asia Merosot 2 Persen

195

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak turun sebanyak 2% pada awal perdagangan pada hari Jumat (19/02), di tengah kekhawatiran cuaca dingin dan membeku di selatan AS akan mengurangi permintaan minyak mentah.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun $ 1,16, atau 1,92% menjadi $ 59,36 per barel, setelah turun 1% pada hari Kamis.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun $ 1,08, atau 1,7% menjadi $ 62,85 per barel, setelah turun 0,6% pada hari Kamis.

Kedua kontrak patokan menguat ke level tertinggi 13 bulan pada hari Kamis didorong oleh pembekuan terbesar di negara bagian selatan AS. Sementara para analis memperkirakan suhu dingin yang ekstrim telah menutup sepertiga dari produksi minyak mentah AS, perhatian kini telah beralih ke dampaknya pada penyuling.

Ada analis yang menyatakan kurangnya permintaan dari kilang kemungkinan akan menyebabkan penumpukan pasokan minyak mentah selama beberapa minggu mendatang, meskipun sekitar 3,5 juta barel per hari (bph) produksi minyak AS telah ditutup.

Analis lain mengatakan beberapa kilang AS mungkin akan meneruskan pekerjaan pemeliharaan yang biasanya dijadwalkan untuk musim semi, menjelang musim mengemudi pada musim panas.

Pasokan minyak mentah AS turun lebih dari yang diperkirakan dalam sepekan hingga 12 Februari, sebelum pembekuan, dengan persediaan turun 7,3 juta barel menjadi 461,8 juta barel, terendah sejak Maret, Administrasi Informasi Energi melaporkan pada Kamis.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak berpotensi lemah terpicu kekhawatiran penurunan permintaan akibat cuaca dingin dan beku di selatan AS. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 58,82-$ 58,33. Namun jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 59,66-$ 59,94.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here