Harga Minyak Sawit Naik Mengikuti Kenaikan Harga Minyak Kedelai di CBOT

231

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Senin naik untuk hari ke dua berturut –turut, mengikuti kenaikan harga minyak kedelai di CBOT setelah pengumuman perkiraan persediaan kedelai berkurang, namun perkiraan produksi minyak sawit meningkat membatasi kenaikan harga minyak sawit.

Harga minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik 18 ringgit atau 0.51% menjadi 3,540 ringgit ($876.24) per ton. Harga sempat naik 2.7% pada perdagangan hari Senin.

Persediaan sawit dan minyak nabati lain sedikit, ditambah dengan tingginya biaya restribusi ekspor minyak sawit Indonesia, karena melindungi program biodiesel membuat harga minyak sawit naik.

Persediaan minyak nabati global diperkirakan akan naik pada pertengahan tahun, dengan cuaca yang tidak menentu, dan lambatnya pergantian pohon sawit dapat membuat harga minyak sawit kembali naik diatas harga tertinggi 10 tahun pada 2021/22.

Ekspor minyak sawit Malaysia dari 1 – 20 Februari naik 14.9% menjadi  698,380 ton dari 607,900 ton selama 1-20 Januari menurut Intertek Testing Services pada hari Senin.

Industri Group minyak sawit memperkirakan produksi meningkat 1-20 Februari sebesar 15%.

Persediaan kedelai di AS akan meningkat pada akhir tahun marketing 2021/22 menurut USDA pada hari Jumat.

Harga minyak kedelai di CBOT (Chicago Board of Trade) naik 0.06%. Harga minyak kedelai di Dalian naik 2% dan harga minyak sawit naik 2.3%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,650 ringgit, dan berikut ke 3,590 ringgit, sedangkan resistant pertama di 3,800 ringgit dan berikut ke 3,860 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here