Harga Gula Turun, Karena Meningkatnya Surplus Pasar Gula Global

286

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis turun, harga gula turun setelah berita dari Green Pool Commodity Speacialist pada hari Kamis perkiraan pasar global di 2021/22 untuk gula akan surplus menjadi 4.1 MMT dan mencapai surplus terbesar selama 4 tahun.

Harga gula Mei di ICE New York turun 33 sen (1.92%) menjadi $16.84 dan harga gula Mei di ICE London turun 2.60%.

Green Pool Commodity Specialist pada hari Kamis memperkirakan pasar gula global di 2021/22 surplus sebesar 4.1 MMT surplus terbesar selama 4 tahun , naik dari perkiraan pasar global di 2020/21 surplus 500,000 MT
Perkiraan dari European Commission bahwa produksi gula global turun 12% dari tahun lalu menjadi 15.4 MMT sempat membuat harga gula naik pada hari Kamis.

Pada penutupan pasar hari Rabu harga gula naik namun masih di bawah harga tertinggi 3 ¾ tahun. Harga gula naik karena mengikuti kenaikan dari harga minyak mentah pada hari Rabu yang naik ke harga tertinggi 13 ½ bulan.

Harga minyak mentah pada hari Rabu naik ke harga tertinggi 13 ½ bulan, kenaikan harga minyak mentah membuat harga etanol naik, sehingga pabrik penggilingan tebu lebih memilih untuk membuat etanol daripada gula sehingga persediaan gula berkurang.
Kekhawatiran akan persediaan gula global membuat para pemilik dana melakukan pembelian setelah Brazil melaporkan bahwa adanya penundaan pengiriman, antrian panjang di pelabuhan Brazil. Pengiriman gula menanti pengiriman kedelai terlebih dulu, antrian ini diperkirakan akan berlangsung sampai bulan Mei, sementara gula adalah hasil panen yang terbesar untuk ekspor di Brazil.

Produksi gula Thailand, negara eksportir gula terbesar ke dua dunia, turun menurut Laporan dari The Thailand Office of Cane & Sugar pada hari Selasa lalu bahwa produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember sampai 12 Februari turun 23% dari tahun lalu menjadi 5.5 MMT.

The Indian Sugar Mills Association (ISMA) juga mengatakan pada hari Kamis lalu bahwa ekspor gula tahun ini sebesar 2.5 MMT, dibawah target pemerintah sebesar 6 MMT . Sedangkan the All India Sugar Trade Association memperkirakan bahwa ekspor India di 2020/21 hanya 4.3 MMT turun 25% dari 2019/20.

Unica melaporkan pada hari Rabu bahwa produksi gula Brazil dari Oktober sampai pertengahan Februari naik 44% dari tahun lalu menjadi 38.217 MMT. Persentase tebu yang digiling menjadi gula naik 46.205 di 2020/21 dari 34.48% di 2019/20
Pada 11 Februari lalu the India Sugar Trade Association memperkirakan produksi gula India di 2020/21 akan naik 9% dari tahun lalu menjadi 29.9 MMT. Pada hari Kamis ISMA melaporkan produksi gula India dari Oktober – 15 Februari naik 23% dari tahun lalu menjadi 20.9 MMT.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $16.70 dan berikut ke $16.10 sedangkan resistant pertama di $17.50 dan berikut ke $17.80.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here