Bursa Eropa Dominan Lemah Pasca Pernyataan Powell Naikkan Imbal Hasil Obligasi AS

397
Brugge - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Pasar Saham Eropa sebagain besar lemah pada Jumat (05/03) karena lonjakan imbal hasil obligasi terus mengguncang pasar saham global.

Indeks Stoxx 600 Eropa turun 0,8% pada awal perdagangan, dengan saham perjalanan dan rekreasi turun 1,8% untuk memimpin kerugian karena semua sektor dan bursa utama tergelincir ke wilayah negatif.

Indeks FTSE naik 0,47%. Indeks DAX melemah -0,5%. Indeks CAC turun -0,24%.

Bursa Saham Eropa mengikuti pelemahan dari bursa Asia-Pasifik, di mana indeks saham MSCI yang paling luas turun 0,89% selama perdagangan hari Jumat.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka yang terkait dengan indeks utama jatuh dalam perdagangan premarket dini hari setelah aksi jual yang dipimpin oleh teknologi di Wall Street, karena patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun menguat kembali di atas 1,5% setelah komentar dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell.

Pada hari Kamis, Powell mengatakan pembukaan kembali ekonomi dapat menciptakan beberapa tekanan ke atas pada harga, mencatat bahwa ia mengharapkan bank sentral untuk bersabar pada tindakan kebijakan bahkan jika ekonomi melihat kenaikan sementara dalam inflasi.

Namun, Powell mengakui bahwa kenaikan imbal hasil obligasi baru-baru ini menarik perhatiannya.

Suku bunga acuan telah stabil awal pekan ini setelah melonjak menjadi 1,6% pekan lalu di tengah ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, tetapi terakhir terlihat Jumat pagi di 1,55%.

Kembali ke Eropa, Uni Eropa berencana untuk memperluas kontrol ekspornya pada vaksin Covid-19 setelah pengiriman imunisasi AstraZeneca ke Australia dari UE diblokir, Reuters melaporkan Kamis mengutip dua sumber.

Dalam berita perusahaan, Stellantis mengumumkan Kamis bahwa mereka akan mendistribusikan sahamnya di produsen suku cadang mobil Prancis Faurecia kepada pemegang saham. Perusahaan yang lahir dari merger Fiat Chrysler dan Peugeot mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa distribusi saham, dan tambahan 308 juta euro ($ 368,46 juta) dari penjualan ekuitas Faurecia sebelumnya, akan diputuskan pada pertemuan pada hari Senin.

Dalam hal pergerakan harga saham individu pada hari Jumat, perusahaan bahan kimia Belanda Corbion merosot lebih dari 8% setelah meleset dari ekspektasi laba kuartal keempat.

Di puncak indeks blue chip Eropa, saham Standard Chartered naik lebih dari 3%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa bergerak lemah seiring pelemahan bursa AS dan Asia Pasifik, juga tertekan peningkatan imbal hasil Treasury AS yang membuat permintaan dalam saham menurun.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here