Harga Emas Merosot Terendah 9 Bulan; Secara Mingguan Tenggelam 2 Persen

508

(Vibiznews – Commodity) Harga Emas merosot ke level terendah sembilan bulan pada hari Jumat (05/03) karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan dolar AS yang lebih kuat terus menekan emas.

Harga emas spot turun 0,11% menjadi $ 1.696,32 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 8 Juni di $ 1.686.40. Emas telah jatuh 2% sejauh ini minggu ini.

Harga Emas berjangka AS turun 0,42% menjadi $ 1.693,50 per ons.

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun bertahan di atas 1,5%, sementara dolar naik ke level tertinggi tiga bulan. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memiliki emas batangan yang tidak memberikan hasil.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memperbarui janjinya untuk menjaga kredit tetap longgar pada hari Kamis, dengan mengatakan bahwa meski kenaikan imbal hasil penting, dia tidak berharap bahwa Fed harus campur tangan untuk menekannya.

Laporan non farm payrolls AS Februari akan dirilis malam ini, dengan ekspektasi 182.000 pekerjaan ditambahkan bulan lalu setelah naik 49.000 pada Januari, menurut jajak pendapat ekonom Reuters.

Perak turun 0,2% menjadi $ 25,27 per ons, dan turun 5% pada minggu ini, kinerja terlemah sejak akhir November.

Palladium turun 0,2% menjadi $ 2.334,36 dan platinum turun 0,8% menjadi $ 1.117,50.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas akan bergerak lemah tertekan peningkatan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar AS. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 1.686-$ 1.680. Namun jika naik, harga akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1.697-$ 1.702.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here