Kospi 5 Maret Tersandung Lonjakan Yield Obligasi Korsel

182
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan bursa saham Korea Selatan  terjatuh pada perdagangan hari Jumat (5/3/2021) karena lonjakan imbal hasil obligasi Korea Selatan serta kenaikan kasus baru covid-19. Investor tetap berhati-hati di tengah melonjaknya imbal hasil obligasi jangka panjang baik lokal maupun luar negeri. Kospi sepanjang minggu menguat 1,02% setelah pekan lalu terkoreksi.

Yield Obligasi 10-tahun Korea Selatan melonjak ke tertinggi 26-bulan di 2,054% sementara suku bunga 10-tahun AS terangkat ke tertinggi 13-bulan di 1,569% setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mempertahankan pendiriannya untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang lama, bahkan di tengah tekanan inflasi yang meningkat. Untuk peningkatan kasus covid-19,  KDCA melaporkan 398 kasus baru pada hari Jumat.

 

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 17,23 poin atau 0,57 persen  pada posisi 3.026,26, terendah sejak 26 Februari.  Demikian untuk indeks Kospi200 melemah 2,17 poin atau 0,52% ke posisi 412.00, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 413.78 dan sempat turun ke posisi terendah di  405.93.

Sebagian saham unggulan melemah seperti saham Samsung Electronics turun 0,36 persen , saham SK hynix merosot 1,41 persen, saham operator portal internet raksasa Naver merosot 3,58 persen, saham raksasa farmasi Samsung Biologics turun 3,88 persen dan saham Celltrion mundur 1,63 persen menjadi 301.500 won.  Namun terjadi pergerakan sebaliknya pada saham perusahaan kimia terkemuka LG Chem yang melonjak 4,51 persen.

.

 Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here