Rekomendasi GBP/USD 5 Maret 2021: Turun Tajam setelah Pidato Powell

1338
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews – Forex) GBP/USD turun tajam ke 1.3880 karena naiknya yields AS ke  1.51%, setelah pidato dari Gubernur Fed Powell.  Sterling kehilangan semua keuntungan sehubungan dengan budget Inggris yang direspon positip oleh pasar.

Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak mengejutkan pasar dengan mengumumkan “super deduction” bagi perusahaan yang mendorong investasi. Sementara budget Inggris yang baru terdiri dari kenaikan pajak korporasi di tahun 2023 dari 19% menjadi 25%, perkiraan ekonomi yang bagus, diperpanjangnya skema cuti dan hal-hal yang baik lainnya membuat ekonomi berada pada pijakan yang positip.

Poundsterling juga mendapatkan keuntungan dari cepatnya pendistribusian vaksin di Inggris yang sekarang telah mencapai 1/3 dari populasi, diatas negara – negara besar lainnya.

Sebelum pidato dari Gubernur Fed Powell, GBP/USD bisa bertahan melawan kekuatan dollar AS, dengan yields Treasuries AS tetap tinggi yang saat ini mendekati 1.50% atas obligasi 10 tahun yang merupakan benchmark global.

Investor meninggalkan hutang obligasi AS dengan semakin dekatnya dikeluarkan stimulus fiscal AS setelah terjadi kompromi dengan Demokrat yang moderat dimana jumlah dana yang akan keluar kemungkinan lebih kecil dari $1.9 triliun.

Kepastian yang semakin tinggi dari belanja pemerintah ini adalah hal yang buruk bagi obligasi dan positip bagi dollar AS. Namun bagaimana dengan data makro ekonomi AS yang lemah? Statistik pekerjaan sektor swasta dari ADP dan PMI Jasa dari ISM meleset dari yang diperkirakan. Bolanya sekarang ada pada Gubernur the Fed, Jerome Powell yang akan muncul di publik terakhir kalinya sebelum bank sentral AS ini memasuki periode istirahat. Apakah Powell akan mengubah arah dan menyatakan keprihatinannya atas naiknya yields AS?.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Di dalam pidatonya, Powell mengatakan lonjakan imbal hasil baru-baru ini telah  menarik perhatian  mereka dan  prihatin dengan kondisi pasar yang tidak teratur atau pengetatan yang terus-menerus dalam kondisi keuangan yang mengancam pencapaian tujuan Fed.

Namun kepala Fed tersebut mengatakan perkiraannya tentang kenaikan inflasi hanya sementara, dikarenakan   ada banyak alasan untuk menutupi  sebelum pertumbuhan harga mencapai tingkat yang berkelanjutan di atas target 2 persen Fed. The Fed juga  mengisyaratkan bahwa suku bunga akan tetap pada level mendekati nol sampai inflasi berada di jalur yang melebihi 2 persen untuk beberapa waktu.

“Support” terdekat menunggu di 1.3844 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3793 dan kemudian 1.3656. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3981 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.4068 dan kemudian 1.4131.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here