Saham ERAA Ditutup Melonjak 2.62% Menyusul Kepastian Akan Stock Split 1:5

425

(Vibiznews – IDX Stocks) – Kepastian akan rencana perusahaan untuk melakukan stock split mendorong saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (5/3/2021).

Berdasarkan data pada layar RTI, saham ERAA ditutup melonjak 2,62 persen atau 70 poin ke level Rp2.740 per saham. Pada awal perdagangan, saham ERAA sempat melemah di posisi 2.610. Sepanjang perdagangan hari ini, ERAA bergerak dalam  kisaran Rp2.610-Rp2.770 per saham.

Kinerja saham ERAA untuk satu pekan terakhir meningkat sebesar 4.18% dan untuk sepanjang tahun ini telah melonjak sebesar 62.13 persen. Dengan PER 22.21 kali dan Market Capitalization sebesar Rp.8.74 triliun.

Saham emiten ritel dan distribusi elektronik ini menguat menyusul kepastian rencana stock split atau pemecahan nilai nominal sahamnya setelah mendapatkan persetujuan para pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Corporate Secretary Erajaya Swasembada Amelia Allen mengungkapkan RUPSLB pada Rabu (3/3/2021) telah membuahkan hasil menyetujui rencana stock split saham perseroan.

RUPSLB tersebut membahas dua agenda utama yakni persetujuan stock split serta perubahan anggaran dasar perseroan guna mendukung rencana stock split tersebut. Hasilnya, kedua agenda tersebut disetujui dengan mulus.

RUPSLB menyetujui pemecahan nilai nominal saham [Stock Split] dengan rasio 1:5, di mana setiap 1 saham perseroan dengan nilai nominal Rp500 akan menjadi 5 saham dengan nilai nominal Rp100 dan oleh karenanya mengubah Pasal 4 ayat 1 dan 2 Anggaran Dasar Perseroan,” jelasnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (5/3/2021).

Investor juga menyetujui memberikan kuasa kepada direksi perseroan dengan hak substitusi untuk menyatakan dalam akta tersendiri perubahan Pasal 4 ayat 1 dan 2 Anggaran Dasar untuk digabungkan pada perubahan anggaran dasar sebagaimana diputuskan dalam mata acara kedua di hadapan Notaris.

Para pemegang saham juga menyetujui direksi dapat melakukan segala tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan perubahan nilai nominal saham tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku dan ketentuan Bursa Efek, termasuk menentukan jadwal pelaksanaan perubahan nilai nominal saham Perseroan.

Persetujuan kedua sesuai mata acara RUPSLB tersebut yakni pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan diantaranya menyesuaikan dengan ketentuan POJK 15/2020 dan POJK 16/2020.

Selain itu, para pemegang saham pun menyetujui beberapa perubahan pada pasal dan/atau ayat lainnya dalam anggaran dasar Perseroan yaitu Pasal 4, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 14, Pasal 16 serta menyesuaikan penomoran dan menyusun kembali seluruh ketentuan anggaran dasar Perseroan.

Rapat Umum Pemegang Saham pun dianggap sah karena  memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.725.363.980 saham (2,72 miliar) atau 85,712 persen dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per September 2020, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada entitas induk sebesar Rp295,11 miliar, naik signifikan 78,2 persen secara tahunan hingga sembilan bulan pertama tahun 2020.

Padahal, ERAA hanya membukukan penjualan sebesar Rp23,17 triliun, turun tipis 1,8 persen daripada Rp23,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada Hasan Aula mengatakan bahwa kinerja dan laba bersih perusahaan pada kuartal ketiga mengalami peningkatan karena beberapa faktor.

Baca Juga : Pesta Diskon Erafone Fair Online 2020, Diskon Smartphone Hingga Rp7 Juta

“Pertama, peningkatan laba bruto perusahaan. Kedua, pengurangan beban bunga karena berkurangnya jumlah utang di tahun 2020,” paparnya belum lama ini. Di samping itu, ERAA mencatat adanya perbaikan permintaan atas produk headset, aksesoris dan perangkat pendukung lainnya.

Hal ini berhubungan erat dengan kebutuhan produktivitas karena anjuran bekerja dan belajar dari rumah oleh pemerintah. Secara rinci, pendapatan ERAA khusus pada kuartal ketiga ini memang meningkat 30,82 persen dari posisi Rp6,66 triliun menjadi Rp8,71 triliun. Dengan demikian, laba perseroan meroket dari posisi Rp10,72 miliar menjadi Rp181,69 miliar pada periode Juli hingga September 2020.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here