Naiknya Kembali Yields AS dan the Fed yang Dovish — Global Market Outlook, 8-12 March 2021 by Alfred Pakasi

550

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pernyataan Chairman the Fed, Powell, yang cenderung dovish dan mengabaikan kenaikan yields
  • Naiknya kembali yields obligasi (Treasury) AS yang mengangkat naik US dollar, walau yields kemudian mereda di akhir pekan.
  • Data tenaga kerja AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan, baik untuk NFP maupun unemployment rate.
  • Stimulus fiskal AS telah melewati House of Representatives dan sedang dalam proses melewati Senate AS.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 116.6 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.59 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia mixed, harga emas melemah signifikan, dan US dollar menanjak kuat.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 8-12 March 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum menguat signifikan ke level 3 bulan lebih terkuatnya oleh naiknya kembali yields obligasi Pemerintah AS serta Chairman the Fed Powell yang bertahan dovish dalam pernyataannya, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melejit kuat ke 91.98. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah ke 1.1908. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2113 dan kemudian 1.2243, sementara support pada 1.1885 dan 1.1800.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.3831 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.4241 dan kemudian 1.4246, sedangkan support pada 1.3670 dan 1.3566. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 108.36.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 108.64 dan 109.69, serta support pada 106.65 serta level 104.92. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7676. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.8007 dan 0.8118, sementara support level di 0.7563 dan 0.7462.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed dengan bias melemah oleh naiknya kembali yields obligasi Pemerintah AS serta tergerusnya saham sektor teknologi mengikuti Wall Street. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir terkoreksi ke level 28,864. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 29,996 dan 30,714, sementara support pada level 28,325 dan 27,630. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 29,098. Minggu ini akan berada antara level resistance di 31,183 dan 31,521, sementara support di 28,260 dan 27,457.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau fluktuatif dan berakhir rebound kuat oleh data tenaga kerja yang lebih baik dan melampaui perkiraan serta meredanya yields obligasi AS di akhir pekan. Dow Jones secara mingguan rebound ke level 31,497.3, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 31,985 dan 32,009, sementara support di level 30,521 dan 29,856. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 3,842.7, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3938 dan 3965, sementara support pada level 3722 dan 3664.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melemah di minggu ketiganya ke posisi 9 bulan terendahnya oleh penguatan dollar dari kuatnya data tenaga kerja AS serta naiknya yields obligasi AS yang menekan permintaan emas, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,703.12 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1776 dan berikut $1816, serta support pada $1687 dan $1670.

 

Variasi pasar konsisten menampakkan dirinya belakangan ini. Sejumlah pasar agak fluktuatif, tapi ada juga indeks USD yang rally, sementara prospek pemulihan ekonomi global masih rentan. Gejolak pasar kalau kita perhatikan bisa berbentuk volatilitas yang tinggi pada satu periode, dapat juga berupa gelombang naik turun dalam irama yang diwarnai dengan ketidakpastian di periode waktu yang lainnya. Memang demikian situasi dan kondisi pasar. Untuk ambil keuntungan terhadap pasarnya, nampaknya, kitalah yang harus menambahkan pengetahuan dan keahlian (skill) dalam berinvestasi. Bagaimanapun, tidak ada salahnya sama sekali seseorang untuk menambah pengetahuan dan skill. Itu suatu bentuk investasi tersendiri juga. Untuk itu, Anda dapat belajar bersama vibiznews.com. Terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here