Harga Kopi Naik Karena Cuaca Kering di Brazil

419

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi pada penutupan pasar hari Selasa naik dari harga terendahnya pada hari Senin, karena Brazil, negara produsen kopi Arabika terbesar di dunia, kembali dilanda kekeringan sehingga mengganggu pohon kopi.Curah Hujan di Brazil di Minas Gerais, daerah perkebunan kopi terbesar di Brazil hanya 61% dari rata-rata.

Harga kopi Arabika Mei di ICE New York naik $1.25 (0.97%) menjadi $130.40 dan harga kopi Robusta di ICE London naik 2.87%.

Laporan Somar Meteorologia pada hari Senin mengatakan bahwa curah hujan di Minas Gerais, perkebunan kopi terbesar di Brazil hanya sebesar 35,7 mm atau 61% dari rata-rata. Marex Spectron pada hari Jumat lalu juga menaikkan defisit perkiraan pasar global di 2021/22 menjadi 10.7 juta kantong dari defisit sebelumnya di 8 juta kantong, karena cuaca ekstrem merusak pohon kopi.

Harga kopi juga meningkat karena permintaan kopi AS akan meningkat setelah terjadi penurunan penyebaran covid di AS sehingga memungkinkan untuk restoran & kafe dibuka kembali. Rata-rata 7 hari penambahan pasien baru di AS turun menjadi 58.064 pada hari Senin jumlah terendah 4 ½ bulan.

Olam International pada hari Jumat bahwa pengaruh cuaca yang buruk di 2021/22 akan membuat panen kopi di 2022/23 turun dan akan membuat pasar kopi akan defisit.

Harga kopi Arabika pada permulaan pasar hari Selasa sempat turun ke harga terendah 2 ½ minggu dan harga kopi Robusta turun ke terendah 1 bulan, karena persediaan kopi global meningkat. Persediaan kopi Arabika di Colombia, negara penghasil kopi terbesar ke dua di dunia, membuat harga kopi turun, menurut the National Federations of Coffee Growers pada hari Kamis bahwa ekspor Colombia Februari naik 18% dari tahun lalu menjadi 1.275 juta kantong. Harga kopi juga turun karena the International Coffee Organization (ICO) melaporkan pada hari Senin bahwa ekspor kopi global Oktober sampai Januari naik 3.7% dari tahun lalu menjadi 41.876 juta kantong.

Harga kopi Arabika terhambat kenaikannya karena melemahnya real Brazil terhadap dolar, melemah sampai mencapai kurs terendah 9 ¾ bulan terhadap dolar pada hari Selasa. Harga kopi Arabika di Brazil menjadi lebih murah bagi negara di luar Brazil sehingga dapat mendorong kenaikan ekspor.

Persediaan kopi yang dalam pengawasan ICE jumlahnya naik pada 3 bulan terakhir dan pada hari Selasa persediaan kopi Arabika naik ke jumlah tertinggi 10 ¼ bulan di 1.828 juta kantong dari jumlah terendah 21 tahun di 1.096 juta kantong pada 5 Oktober 2020. Sedangkan untuk persediaan kopi Robusta naik ke jumlah tertinggi 11 bulan dari jumlah terendah 2 tahun sebesar 10,808 lot pada 14 Oktober.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $127 dan berikut ke $121 sedangkan resistant pertama di $134 dan berikut ke $140.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here