Weekly Market Review Soft Commodities Coffee – Sugar – Cocoa

610

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Jumat 19 Maret minggu ke tiga di bulan Maret harga soft commodities semua turun, dengan harga kopi Arabika turun ke harga terendah 1 ½ minggu, harga kopi Robusta turun , harga gula turun ke harga terendah 6 minggu karena produksi gula India naik, dan harga kakao turun ke harga terendah 3 minggu.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun ke harga terendah 1 ½ minggu karena menguatnya indeks dolar menjadi kurs tertinggi 1 minggu. Curah hujan di Minas Gerais, daerah perkebunan kopi terbesar di Brazil sebesar 104% dari rata-rata.

Harga gula pada penutupan pasar turun ke harga terendah 6 minggu karena kenaikan produksi gula India, perkiraan dari the India Sugar Trade Association produksi gula India di 2020/21 naik 9% dari tahun lalu menjadi 29.9 MMT. Harga gula turun karena adanya gelombang ke tiga penyebaran virus covid-19 di Eropa sehingga lockdown akan diperpanjang dan pembatasan perjalanan sehingga akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dan dan menurunkan harga gula.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat turun ke harga terendah 3 minggu karena persediaan melimpah sementara permintaan berkurang. Persediaan kakao di Ivory Coast naik menurut pemerintah Ivory Coast akumulasi kakao yang dikirim petani ke pelabuhan naik jumlah tertinggi 8 ½ bulan pada hari Jumat.
Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Mei di ICE New York turun 95 sen (0.73%) menjadi $129 dan harga kopi Robusta di ICE London turun 0.43%.

Faktor penggerak pasar Kopi:
• Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 171.896 juta kantong menurut ICO.
• Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.3% dari tahun lalu menjadi 166.629 juta kantong menurut ICO.
• Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus tertinggi 3 tahun di 5.258 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 4.148 juta kantong di 2019/20.
• Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 35.7% dari tahun lalu menjadi 31.35 juta kantong jumlah terendah 12 tahun menurut Conab.
• Ekspor kopi Brazil di 2020/21 diperkirakan akan meningkat 10% menjadi 40.4 juta kantong menurut CeCafe.
• Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong
• Produksi kopi Arabika global di Oktober – Desember naik 6.1% menjadi 31.59 juta kantong menurut ICO
• Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee Association
• Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Februari turun 2021 turun 14.7% dari tahun lalu menjadi 283.339MMT menurut General Departement of Vietnam Customs
• Persediaan kopi di AS pada bulan Februari turun 8.3% dari tahun lalu menjadi jumlah terendah 5 ½ tahun menjadi 5.791 juta kantong menurut The Green Coffee Association

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $ 127 dan berikut ke $124 sedangkan resistant pertama di $ 132 dan berikut ke $ 135.

GULA
Harga gula Mei di ICE New York turun 13 sen (0.82%) menjadi $15.76 dan harga gula putih di ICE London turun 0.57%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:
• Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
• Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 4.8 MMT dari surplus 900,000 MT di 2019/20 menurut ISO.
• Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20 menurut CONAB.
• Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB
• Perkiraan produksi gula India di 2020/21 akan meningkat 9% dari tahun lalu menjadi 29.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
• Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 sebesar 4.3 MMT akan turun 25% dari 2019/20 menurut All India Sugar Trade Association
• Produksi gula Thailand di 2020 /21 turun 23% dari tahun lalu menjadi 5.5 MMT menurut The Thailand Office of Cane & Sugar Board.
• Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 12% menjadi 15.4 MMT menurut the European Commission

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $15.50 dan berikut ke $15.30 sedangkan resistant pertama di $16.10 dan berikut ke $16.30

KAKAO
Harga kakao Mei di ICE New York turun $49 (1.93%) menjadi $2,493 per ton dan harga kakao di ICE London turun 0.91%.

Faktor penggerak pasar kakao :
• Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 4.843 MMT menurut ICCO
• Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 4.693 MMT menurut ICCO.
• Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 102,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO
• Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
• Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO
Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,470 dan berikut ke $2,440 sedangkan resistant pertama di $2,570 dan berikut ke $2,630.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here