Isyu Capital Outflow dan Prospek Pemulihan Ekonomi — Domestic Market Outlook, 5-9 April 2021 by Alfred Pakasi

434

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Tren kenaikan yields obligasi AS yang memicu capital outflow serta menekan IHSG dan nilai tukar rupiah.
  • Kementerian Keuangan menyatakan terdapat peningkatan anggaran PEN 2021 sebesar 22% menjadi Rp699.43 triliun yang diarahkan menjadi game changer di tahun 2021.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 1,523 ribu orang terinfeksi, 1,361 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan 89.4%, dan 41 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 5-9 April 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi kembali di minggu ketiganya terpengaruh aksi jual investor asing dan sempat tergelincir ke 2 bulan terendahnya namun rebound di hari terakhir pasarnya. Dari dalam negeri tekanan muncul oleh berita BPJS Tenaga Kerja yang akan mengurangi investasi saham dalam portfolionya. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya bias menguat. Secara mingguan IHSG ditutup melemah signifikan 2.97%, atau 184.456 poin, ke level 6,011.456. Untuk minggu berikutnya (5-9 April 2021), IHSG kemungkinan akan berupaya kembali melanjutkan rebound terakhirnya di awal pekan, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.231 dan 6.394. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.985, dan bila tembus ke level 5.735.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau melemah di minggu ketujuhnya ke level 5 bulan terendahnya oleh capital outflow kepemilikan SBN, sementara dollar global menanjak naik, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah 0.75% ke level Rp 14,525. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih perlahan naik, atau kemungkinan rupiah melemah dalam tren bearish-nya, dalam range antara resistance di level Rp14,595 dan Rp14,635, sementara support di level Rp14.375 dan Rp14.240.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau beranjak turun terbatas secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik yields obligasi secara perlahan dan berakhir ke 6,761% pada akhir pekan. Sementara yields US Treasury fluktuatif dan menanjak di akhir minggunya.

===

Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa pada tahun 2021 kerangka pemulihan ekonomi 2021 terpusat pada tiga hal yaitu:

  1. Intervensi kesehatan melalui vaksinasi gratis dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19.

Total anggaran vaksinasi dan perawatan serta testing, tracing Covid-19 tahun 2021 ini: adalah Rp130,03 Triliun.

Anggaran Rp 130 Triliun ini sama dengan 7 kali anggaran pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai, atau 34 kali pembangunan wisma atlet, atau 4 kali pembangunan MRT, atau 81 kali pembangunan waduk air minum Jatiluhur.

  1. Survival and recovery kit untuk menjaga kesinambungan bisnis, serta
  2. Reformasi struktural melalui UU No. 11/2020 tentang UU Cipta Kerja.

Selain itu, APBN didesain sebagai upaya untuk kembali mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di dalam APBN, terdapat anggaran PEN yang meningkat 22% menjadi Rp699,43 triliun yang terdiri atas lima program, dan diarahkan untuk menjadi game changer di tahun 2021.

Dewan Komisioner OJK, menyampaikan bahwa OJK selama masa pandemi ini telah mengeluarkan berbagai kebijakan stimulus yang bertujuan agar sektor jasa keuangan tetap kokoh dan sektor riil dapat kembali bisa bangkit dengan kemudahan-kemudahan, seperti restrukturisasi kredit dan pembiayaan.

Kebijakan-kebijakan stimulus tersebut telah membuat perbankan nasional masih terjaga baik, dengan CAR 24,55% (Februari, yoy), aset Rp9.124 triliun (Februari), dan DPK tumbuh 10,11% (yoy). Untuk mendorong pertumbuhan kredit yang masih terkontraksi diperlukan sinergi kebijakan dalam meningkatkan demand yang bisa menggulirkan sektor usaha. OJK optimistis dengan berbagai respon kebijakan yang telah dilakukan maka pertumbuhan kredit akan mulai tumbuh diperkirakan pada kuartal kedua.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

Fluktuasi pasar investasi di tahun ini kelihatannya masih terus bergejolak (volatile). Dinamikanya tidak pernah habis. Bagi yang awam, periode seperti ini acapkali mendatangkan salah posisi dan selanjutnya kerugian. Tapi bagi trader yang professional, justru ini periode yang menarik karena bisa mendatangkan banyak profit. Kata kuncinya ada dua untuk memenangkan pasar investasi ini: belajar dan rajin monitoring. Keduanya itu bisa didapat dengan mudah dari vibiznews.com. Terimakasih, semoga sukses investasi Anda bertambah-tambah, pembaca setia Vibiznews! Dan, bagi pemirsa yang merayakannya, disampaikan di sini: Selamat Hari Paskah. Tuhan memberkati kita.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here