Review Harga Minyak Sawit Tiga Bulan Pertama 2021

312

(Vibiznews – Commodity) – Review pergerakan harga minyak sawit selama 3 bulan di tahun 2021, harga minyak sawit fluktuatif pada tahun 2021, sejak awal Januari mencapai harga tertinggi 10 tahun pada 4 Januari karena persediaan yang turun akibat produksi menurun namun permintaan ekspor masih naik, harga minyak sawit yang tinggi tidak dapat bertahan di bulan Februari karena turunnya ekspor sehingga sempat turun ke harga terendah di 2021 ini pada tanggal 4 Februari namun harga minyak sawit kembali naik ke harga tertinggi 13 tahun pada pada 12 Maret di harga 4,132 ringgit, namun harga minyak sawit diatas 4,000 ringit tidak bertahan karena turun terus ke harga terendah di bulan Maret di tanggal 30 Maret.

Pergerakan harga di 2021 lebih banyak pengaruh dari luar faktor fundamental minyak sawit :
Faktor luar adalah harga minyak kedelai di Bursa Dalian dan CBOT sangat sensitif bagi pergerakan harga minyak sawit.
Sementara faktor dalam seperti ekspor tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya karena harga minyak sawit yang mahal membuat orang beralih ke minyak nabati lain. Dengan demikian persediaan meningkat ditambah dengan cuaca yang membaik mendorong produksi minyak sawit meningkat.

Pergerakan Harga Minyak Sawit pada 3 Bulan Pertama 2021

Di Bulan Januari
Pada bulan Januari harga minyak sawit turun 6.28% dari bulan Desember
Harga Tertinggi di bulan Januari
Harga minyak sawit Maret pada hari Rabu tanggal 6 Januari 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 122 ringgit atau 3.2% menjadi 3,877 ringgit ($967.32) per ton, naik lagi dari harga tertinggi sejak Februari 2011 pada hari Selasa. Harga tertinggi selama 10 tahun.

Harga terendah pada bulan Januari
Harga minyak sawit April pada penutupan pasar hari Rabu 20 Januari 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange turun 48 ringgit atau 1.47% menjadi 3,221 ringgit ($795.31) per ton .
Harga minyak sawit telah turun 16.92% dari harga tertinggi 10 tahun pada 6 Januari di 3,877 ringgit. Harga minyak sawit pada tahun 2021 ini turun 365 ringgit atau 10.17% dari 3,590 dari 4 Januari, perdagangan pertama di tahun 2021.

Di Bulan Februari
Harga minyak sawit pada bulan Februari turun 7.22% dari bulan Januari
Harga terendah di Bulan Februari
Harga minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives Exchange pada hari Rabu 3 Februari 2021 turun 162 ringgit atau 4.78% menjadi 3,229 ringgit ($797.48) per ton. Penurunan harga untuk hari kedua berturut-turut dengan jumlah penurunan yang sangat tajam dan mencapai penurunan harian terbesar dalam 9 bulan.

Harga Tertinggi di Bulan Februari
Harga minyak sawit Mei pada hari Kamis 25 Februari 2021 naik 133 ringgit (3.64%) menjadi 3,784 ringgit ( $934.32) per ton, mencapai harga tertinggi 6 minggu.

Di Bulan Maret
Harga minyak sawit di bulan Maret turun 1.9 % dari bulan Februari
Harga tertinggi di Bulan Maret

Harga Minyak sawit Mei pada penutupan pasar hari Jumat 12 Maret 2021 naik 65 ringgit atau 1.6% menjadi 4,125 ringgit ($1,000.73) per ton di Bursa Malaysia Derivative Exchange, harga minyak sawit naik ke harga tertinggi 13 tahun pada pertengah pasar di 4,132 ringgit.

Kenaikan harga minyak sawit pada seminggu ini sebesar 10.45% menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak 25 September 2015.
Produksi minyak sawit pada bulan Februari turun ke jumlah terendah lima tahun di 1.1 juta ton.

Ekspor minyak sawit turun menjadi 896,000 ton pada bulan Februari dari 947,000 ton di bulan Januari jumlah terendah sejak 2012, karena harga minyak sawit mahal dan peningkatan pajak ekspor.
Harga tertinggi minyak sawit ada di 4,330 ringgit yang dicapai pada Maret 2008

Harga terendah di bulan Maret
Harga minyak sawit Juni pada penutupan pasar hari Selasa di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 4.6% menjadi 3,574 ringgit ($861.41) per ton , harga terendah sejak 22 Februari 2021.
Penurunan terbesar sejak 16 Maret.
Harga minyak sawit turun karena turunnya harga minyak kedelai karena meningkatnya progress pertumbuhan tanaman di AS. USDA akan mengeluarkan perencanaan perluasan penanaman dan persediaan kedelai pada 31 Maret dan perkiraan akan ada perluasan ladang biji-bijian yang akan menurunkan harga kedelai.

Faktor-faktor penggerak harga minyak sawit:
– Persediaan dan produksi minyak sawit
– Permintaan dan ekspor minyak sawit
– Biaya-biaya bea masuk, pajak ekspor dan biaya lainnya
– Harga minyak nabati saingan di bursa Chicago Board of Trade dan di bursa China Dalian Commodity Exchange.
– Cuaca di area perkebunan di negara produsen minyak sawit terbesar di Indonesia dan Malaysia.
– Kurs ringgit yang menjadi acuan harga minyak sawit.
– Harga dari minyak mentah, karena minyak sawit juga dipakai untuk biodiesel bahan bakar pengganti bensin
– Kebijakan-kebijakan ekonomi di negara produsen ataupun di negara konsumen.
– Pandemi Covid -19 yang sedang mengalami gelombang ke dua membuat lockdown.
Pergerakan harga minyak sawit pada minggu terakhir bulan Maret tahun 2021 ini dari tanggal 28 Maret – 1 April 2021.
Pada minggu terakhir harga minyak sawit seminggu ini naik 1.32% walaupun harga terendah terjadi pada tanggal 30 Maret.
Pergerakan harga minyak sawit pada minggu terakhir bulan Maret :
Pergerakan harga minyak sawit pada minggu terakhir bulan Maret :
• Harga minyak sawit Juni pada penutupan pasar hari Jumat 2 April 2021 karena libur Hari Wafatnya Isa Almasih.
• Harga minyak sawit Juni pada penutupan pasar hari Kamis 1 April 2021 di Bursa Malaysia Derivative Exchange naik 129 ringgit (3.57%) menjadi 3,741 ringgit ($902.75) per ton
• Harga minyak sawit Juni pada hari Rabu 31 Maret 2021 naik 40 ringgit (1.12 %) menjadi 3,612 ringgit ($870.36) per ton. Naik dari penurunan 4.6 % dari hari Selasa.
• Harga minyak sawit Juni pada penutupan pasar hari Selasa 30 Maret 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 4.6% menjadi 3,574 ringgit ($861.41) per ton , harga terendah sejak 22 Februari 2021. Penurunan terbesar sejak 16 Maret.
• Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Senin 29 Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 60 ringgit atau 1.63% menjadi 3,752 ringgit ($906.50) per ton, naik dari penurunan harga tiga hari berturut-turut.

Analisa fundamental pergerakan harga minyak sawit di bulan Maret :
• Produksi minyak sawit Maret diperkirakan naik 21% dari bulan lalu sementara ekspor naik 25% , sementara persediaan pada akhir bulan naik menjadi 1.31 juta ton, menurut analis CGS – CIMB.
• Perkiraan harga CPO rata-rata pada kuartal kedua tahun ini sebesar 3,846 ringgit perton dan akan mencapai harga tertinggi di 4,190 ringgit per ton.
• The Malaysian Palm Oil Board menaikan perkiraan ekspor minyak sawit di 2021 menjadi 75 milyar ringgit ($18.12 milyar) naik dari 73.25 milyar ringgit ($17.69 milyar) pada tahun lalu.

Kesimpulan:
• Harga minyak sawit masih bisa naik lagi karena terjadi peningkatan pembelian menjelang bulan Puasa Ramadhan,
• Namun dengan adanya pandemi covid 19 bisa jadi permintaan berkurang apalagi lockdown terjadi di Eropa, ekspor ke Eropa berkurang.
• Produksi kembali meningkat karena cuaca yang sudah membaik di Indonesia dan Malaysia sehingga akan menambah persediaan
• Laporan persediaan dan permintaan Bulanan dari the Malaysian Palm Oil Board ( MPOB) akan dikeluarkan pada 10 April, Laporan ini sangat ditunggu pasar karena menentukan harga minyak sawit.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,500 ringgit dan berikut ke 3,470 ringgit sedangkan resistant pertama di 3, 670 ringgit dan berikut ke 3,690 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here