Weekly Market Review Soft Commodities, Coffee, Sugar, Cocoa

372

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Kamis 1 April minggu terakhir di bulan Maret harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika dan harga kopi Robusta turun karena permintaan berkurang akibat lockdown yang terjadi di Eropa , harga gula di New York turun karena lockdown di Brazil permintaan etanol berkurang dan harga kakao naik karena melemahnya indeks dolar AS.

Harga kopi turun pada penutupan pasar hari Kamis, karena permintaan kopi menurun akibat lockdown di Eropa pandemic covid gelombang ke 3. Real Brazil melemah pada hari Kamis sebesar 1.23% terhadap dolar.

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis di ICE New York turun namun masih diatas sedikit dari harga 3 bulan terendahnya di hari Rabu. Harga gula turun karena kembali terjadi lockdown di Brazil sehingga permintaan etanol berkurang karena aktivitas yang berkurang akibat lockdown membuat petani lebih memilih membuat gula dibandingkan etanol sehingga persediaan gula menjadi banyak.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Kamis naik di New York karena melemahnya indeks dolar AS, harga kakao naik dari harga terendah 4 ½ bulan pada hari Selasa. Harga kakao masih tertekan karena meningkatnya produksi kakao di Afrika Barat, karena cuaca baik di Ivory Coast dan Ghana pada saat panen pertengahan tahun yang akan dimulai pada minggu ini.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :
KOPI
Harga kopi Arabika Mei di ICE New York ditutup turun $1.90 (1.54%) menjadi $121.60 dan harga kopi Robusta di ICE London turun 1.27%.

Faktor penggerak pasar Kopi:
• Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 171.896 juta kantong menurut ICO.
• Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.3% dari tahun lalu menjadi 166.629 juta kantong menurut ICO.
• Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus tertinggi 3 tahun di 5.258 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 4.148 juta kantong di 2019/20.
• Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 35.7% dari tahun lalu menjadi 31.35 juta kantong jumlah terendah 12 tahun menurut Conab.
• Ekspor kopi Brazil di 2020/21 diperkirakan akan meningkat 10% menjadi 40.4 juta kantong menurut CeCafe.
• Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong
• Ekspor kopi Colombia pada bulan Februari naik 18% dari tahun lalu menjadi 1.275 juta kantong.
• Produksi kopi Arabika global di Oktober – Januari naik 3.7% menjadi 41.876 juta kantong menurut ICO.
• Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee Association
• Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Maret turun 2021 turun 17% dari tahun lalu menjadi 428,000 MMT menurut General Departement of Vietnam Customs
• Persediaan kopi di AS pada bulan Februari turun 8.3% dari tahun lalu menjadi jumlah terendah 5 ½ tahun menjadi 5.791 juta kantong menurut The Green Coffee Association.

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $ 121 dan berikut ke $118 sedangkan resistant pertama di $ 125 dan berikut ke $ 127.

GULA
Harga gula di ICE New York turun 6 sen (0.41%) menjadi $14.71 dan harga gula putih di ICE London naik 0.81%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:
• Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
• Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 4.8 MMT dari surplus 900,000 MT di 2019/20 menurut ISO.
• Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20 menurut CONAB.
• Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB
• Perkiraan produksi gula India di 2020/21 akan meningkat 9% dari tahun lalu menjadi 29.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
• Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 sebesar 4.3 MMT akan turun 25% dari 2019/20 menurut All India Sugar Trade Association
• Produksi gula Thailand di 2020 /21 turun 23% dari tahun lalu menjadi 5.5 MMT menurut The Thailand Office of Cane & Sugar Board.
• Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 12% menjadi 15.4 MMT menurut the European Commission.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $14.60 dan berikut ke $14.30 sedangkan resistant pertama di $15.00 dan berikut ke $15.30

KAKAO
Harga kakao Mei di ICE New York naik $44 (1.87%) menjadi $2,392 per ton dan harga kakao Mei di ICE London naik 1.18%.

Faktor penggerak pasar kakao :
• Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 4. 843 MMT menurut ICCO
• Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 4.693 MMT menurut ICCO.
• Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 102,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO
• Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
• Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,330 dan berikut ke $2,300 sedangkan resistant pertama di $2,420 dan berikut ke $2,440.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here