Pentingnya Literasi dan Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Dunia Akademisi

349

(Vibiznews – Commodity) Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terus berupaya mengoptimalkan peran perdagangan berjangka komoditi (PBK). Salah satunya, dengan menyelenggarakan kuliah umum tentang PBK di kampus-kampus yang ada di Indonesia. Kali ini, Bappebti bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, Malang yang berlangsung hari ini, Selasa (6/4) di Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dan diikuti sebanyak 50 orang peserta. Tujuannya, untuk memberikan perlindungan dan edukasi PBK kepada masyarakat, khususnya bagi kalangan mahasiswa.

Kuliah umum diisi oleh Kepala Bappebti Kemendag Sidharta Utama, Rektor Universitas Brawijaya Malang Nuhfil Hanani,  Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang, dan Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi.

Bappebti menggandeng Universitas Brawijaya karena merupakan salah satu Center of Excellence di Indonesia, khususnya di Jawa timur yang dapat berpartisipasi secara aktif dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia di masa depan. “Dunia akademisi menjadi salah satu tempat yang sangat baik dan kondusif untuk mengenalkan cara berinvestasi yang menarik, legal, dan aman. Akan sangat bermanfaat apabila pihak kampus dapat menawarkan PBK sebagai salah satu mata kuliah pilihan bagi mahasiswanya sebagai upaya memperkenalkan PBK,” ujar Sidharta.

Sementara itu, Dirut PT BBJ Stephanus Paulus Lumintang menyampaikan, kuliah umum ini merupakan salah satu rangkaian  dari kegiatan Futures Trading Learning Center (FTLC) yang ada di Jakarta Futures Exchange (JFX). Kegiatan ini juga menjadi salah satu kegiatan edukasi, khususnya kepada kaum akademisi dan para mahasiswa sebagai human capital investment di dunia PBK.

Dirut PT KBI Fajar Wibhiyadi menambahkan, disrupsi teknologi dan industri 4.0 tidak bisa dihindari, tapi diperlukan upaya dari korporasi untuk melakukan  transformasi dan inovasi. “Sebagai lembaga kliring, penyelesaian dan penjaminan transaksi di PBK, KBI telah melakukan transformasi teknologi serta inovasi yang memberikan  pelayanan prima kepada pemangku kepentingan,” jelas Fajar.

Untuk seluruh transaksi yang sudah dilakukan secara digital, KBI juga telah memperoleh ISO 27001:2013 tentang Manajemen Sistem Keamanan Informasi dari British Standards Institution (BSI). Upaya yang dilakukan KBI ini merupakan upaya korporasi dalam memberikan rasa aman kepada pemangku kepentingan dalam segala kegiatan operasional KBI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here