Harga Kopi Naik ke Harga Tertinggi 1 1/2 Minggu

343

(Vibiznews – Commodity ) – Harga kopi Arabika pada penutupan pasar hari Kamis   naik ke harga tertinggi 1 ½ minggu, Cuaca kering kembali terjadi di Brazil.

Harga kopi Arabika Mei di ICE New York naik $1.10 (0.87%) menjadi $127.85 dan harga kopi Robusta Mei di ICE London naik 1.20%.

Harga kopi naik melanjutkan kenaikan pada hari Selasa ketika Citigroup mengatakan bahwa pasar kopi Arabika diperkirakan akan defisit 7.5 juta pada 2021/22.

Somar Meteorlogia melaporkan pada hari Senin bahwa curah hujan pada minggu lalu di Minas Gerais, perkebunan kopi terbesar di Brazil sebesar 8.2 mm atau hanya 32 % dan dibawah rata-rata , sehingga cuaca kering akan berlangsung kembali di perkebunan kopi Brazil.

Kenaikan harga kopi terhenti pada hari Kamis ketika the National Federation of Coffee Growers bahwa ekspor kopi Colombia naik 21% dari tahun lalu menjadi 1.143 kantong. Colombia adalah negara produsen kopi Arabika terbesar ke dua dunia.

Tren harga kopi diperkirakan akan turun karena tekanan berkurangnya permintaan kopi karena lockdown di negara Eropa dan AS menyebabkan tutupnya restauran dan kedai kopi. Rata-rata penambahan penderita covid selama 7 hari di AS naik menjadi 67,521 pada Selasa lalu, tertinggi dalam 5 minggu. Perancis juga memperpanjang lockdown empat minggu pada hari Rabu.

Menurut National Coffee Association pada hari Kamis bahwa permintaan kopi secara onlin2 naik 30% dari Januari 2020, karena orang sudah bekerja di kantor lagi. Konsumsi kopi di rumah mencapai rekor tertinggi dan naik 8% dari bulan Januari 2020.

Brazil Cooxupe pada hari Kamis lalu memperkirakan bahwa produksi kopi Brazil akan turun menjadi 7.49 juta kantong turun 32% dari 10.99 juta kantong di 2020. Produksi yang menurun karena cuaca kering dan panas dan juga turunnya hasil panen sesuai siklus tanaman.

Pada hari Kamis lalu ICO melaporkan ekspor kopi Februari turun 6.1% dari tahun lalu menjadi 10.48 juta kantong. Ekspor kopi dari Oktober – Februari naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 52.81 juta kantong.

Data dari Vietnam’s General Statistics Office ekport kopi Robusta Vietnam turun 17% dari tahun lalu menjadi 428, 000 MT.

Persediaan kopi meningkat pada 5 bulan terakhir, persediaan kopi Arabika dalam pengawasan ICE pada hari Jumat naik ke jumlah tertinggi 11 ½ bulan menjadi 1.863 juta kantong naik dari jumlah terendah 21 tahun di 1.096 juta kantong pada 5 Oktober 2020. Persediaan Kopi Robusta pada 25 Maret lalu ke jumlah tertinggi 1 tahun, naik dari jumlah terendah dua tahun 10,808 lot pada 14 Oktober.

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $122 dan berikut ke $118 sedangkan resistant pertama di $130 dan berikut ke $135.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here