Menuju Momentum Pemulihan Ekonomi — Domestic Market Outlook, 12-16 April 2021 by Alfred Pakasi

421

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Aliran modal asing bervariasi, dengan capital inflow pada pasar SBN dan outflow pada bursa saham.
  • Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) menyatakan bersepakat bersama menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi yang sudah mulai terlihat.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 1,558 ribu orang terinfeksi, 1,405 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan tinggi 90.21%, dan 42 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 12-16 April 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau rebound dari koreksi tiga minggunya, bangkit dari posisi oversold walau di hari terakhirnya melemah tipis. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya bias melemah. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.98%, atau 58.753 poin, ke level 6,070.209. Untuk minggu berikutnya (12-16 April 2021), IHSG kemungkinan akan berupaya kembali bangkit terutama di awal pekan, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.231 dan 6.394. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.892, dan bila tembus ke level 5.735.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau melemah di minggu kedelapannya, perlahan mendekati level 5 bulan terendahnya, sementara dollar global dalam koreksi, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah 0.28% ke level Rp 14,565. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih naik, atau kemungkinan rupiah melemah dalam tren bearish-nya, dalam range antara resistance di level Rp14,595 dan Rp14,635, sementara support di level Rp14.375 dan Rp14.240.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau beranjak naik secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yields obligasi dan berakhir ke 6,453% pada akhir pekan. Ini terpicu oleh naiknya permintaan investor asing atas SBN. Sementara yields US Treasury cenderung turun namun menanjak di akhir minggunya.

===

Pada akhir pekan telah diadakan Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) – Temu Stakeholders yang digelar OJK bersama Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia di Nusa Dua, Bali.

Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia bersepakat untuk terus mengoptimalkan kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi yang sudah mulai terlihat.

Sejumlah data ekonomi menunjukkan angka positif yang diyakini menjadi indikator pemulihan ekonomi nasional antara lain angka penjualan kendaraan bermotor, purchasing managers index (PMI), indeks penjualan ritel, indeks keyakinan konsumen, penjualan semen, penjualan ritel dan aktivitas belanja masyarakat.

Terkait aliran modal asing, BI melaporkan di akhir minggu bahwa nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp2,34 triliun, dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp4,15 triliun, dan jual neto di pasar saham sebesar Rp1,81 triliun.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

“Ketidakpastian pasar” telah menjadi hal “normal” di pasar investasi belakangan ini. Ini sebagian ditingkahi oleh situasi ketidakpastian pandemi dan prospek pemulihan perekonomian yang masih rawan risiko. Ada orang berpikir pada periode ini tidak baik untuk berinvestasi di pasar modal atau pasar uang. Lebih baik yang ke sektor riil saja, demikian pemikirannya. Sebenarnya, tidak harus demikian. Kalau kita cukup paham karkater pasar ini, akan selalu ada peluang di dalamnya. Beberapa pasar terpantau malah sempat rally belakangan ini. Untuk memenuhi pemahaman pasar yang lebih baik, sederhananya, ikuti terus vibiznews.com, Anda akan semakin “melek investasi”. Perkenankan disampaikan terima kasih bagi Anda yang telah berjalan bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here