The Fed yang Dovish dan Naiknya Inflasi AS — Global Market Outlook, 12-16 April 2021 by Alfred Pakasi

375

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Investor mencermati risalah pertemuan FOMC yang bersifat dovish serta naiknya data inflasi AS yang menangkat yields US Treasury dan USD di akhir pekan.
  • Naiknya kasus pandemi di Asia, antara lain di Korea Selatan dan Jepang, menyusul kenaikan kasus di Eropa, yang terus dimonitor pasar.
  • Perkembangan persetujuan belanja infrastruktur AS yang masif terus dikejar pasar.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 135.3 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.92 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia bias menguat, harga emas menguat, dan US dollar terkoreksi.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 12-16 April 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum terkoreksi ke sekitar level 2,5 minggu terendahnya, terpicu oleh the Fed yang cenderung dovish walau di akhir pekan agak rebound oleh naiknya data inflasi AS, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 92.18. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.1898. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1947 dan kemudian 1.2049, sementara support pada 1.1704 dan 1.1602.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.3702 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3919 dan kemudian 1.4001, sedangkan support pada 1.3670 dan 1.3566. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 109.61.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.97 dan 111.30, serta support pada 108.40 serta level 106.65. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat tipis ke level 0.7617. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7749 dan 0.7838, sementara support level di 0.7531 dan 0.7462.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum fluktuatif dan bias melemah oleh profit taking investor meskipun Wall Street mencetak rekor baru. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 29,768. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 30,485 dan 30,714, sementara support pada level 28,379 dan 27,630. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 28,699. Minggu ini akan berada antara level resistance di 29,596 dan 31,183, sementara support di 27,505 dan 27,457.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau lanjut menguat dan mencetak rekor didorong oleh optimisme investor pada pembukaan kembali ekonomi AS. Dow Jones secara mingguan menguat ke level 33,800.6, mencetak rekor baru, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 33,800 dan 34,200, sementara support di level 32,905 dan 32,071. Index S&P 500 minggu lalu menguat dalam rekor ke level 4,122.3, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4122 dan 4300, sementara support pada level 3943 dan 3853.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat dengan turunnya yields US Treasury walau terkoreksi di hari terakhirnya karena rebound-nya dollar, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat terbatas ke level $1,743.77 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1758 dan berikut $1776, serta support pada $1721 dan $1676.

 

“Ketidakpastian pasar” telah menjadi hal “normal” di pasar investasi belakangan ini. Ini sebagian ditingkahi oleh situasi ketidakpastian pandemi dan prospek pemulihan perekonomian yang masih rawan risiko. Ada orang berpikir pada periode ini tidak baik untuk berinvestasi di pasar modal atau pasar uang. Lebih baik yang ke sektor riil saja, demikian pemikirannya. Sebenarnya, tidak harus demikian. Kalau kita cukup paham karkater pasar ini, akan selalu ada peluang di dalamnya. Beberapa pasar terpantau malah sempat rally belakangan ini. Untuk memenuhi pemahaman pasar yang lebih baik, sederhananya, ikuti terus vibiznews.com, Anda akan semakin “melek investasi”. Perkenankan disampaikan terima kasih bagi Anda yang telah berjalan bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here