Bursa Eropa Ditutup Turun; Data Ekonomi Negara Eropa Menjadi Perhatian

417
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Pasar Saham Eropa ditutup lebih rendah pada hari Senin (12/04) terpicu profit taking setelah bursa saham mencapai rekor tertinggi di beberapa kawasan pekan lalu.

Indeks Stoxx 600 Eropa ditutup turun sekitar 0,4%, dengan saham teknologi merosot 1,3% memimpin kerugian karena sebagian besar sektor dan bursa utama memasuki wilayah negatif.

Indeks FTSE melemah -0,39%. Indeks DAX turun -0,13%. Indeks CAC juga turun -0,13%.

Bursa Saham Eropa menerima serah terima yang lemah dari Asia-Pasifik, di mana saham India memimpin kerugian didukung lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut, sementara indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,7%.

Di Amerika Serikat, indeks utama AS juga turun pada hari Senin, mundur setelah S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencatat rekor tertinggi minggu lalu.

Dari berita Eropa, pemerintah Inggris sedang melonggarkan tindakan penguncian di Inggris pada hari Senin, dengan tempat makan dan perhotelan luar ruangan, penata rambut, pusat kebugaran, toko, dan atraksi luar ruangan diizinkan untuk dibuka kembali.

Dalam berita korporat, surat kabar Swiss SonntagsZeitung melaporkan Minggu bahwa Credit Suisse ditanyai oleh regulator Swiss FINMA atas kaitannya dengan Greensill Capital “beberapa bulan” sebelum pemberi pinjaman terpaksa menutup dana $ 10 miliar yang terkait dengan firma keuangan rantai pasokan yang sekarang bangkrut.

Di sisi data, penjualan ritel zona ruro naik 3% pada Februari, mengalahkan ekspektasi analis.

Melihat saham individu, saham DiaSorin melonjak 9,6% setelah perusahaan diagnostik Italia mengumumkan kesepakatan $ 1,8 miliar untuk membeli Luminex Corp. yang berbasis di AS.

Perusahaan utilitas Prancis Veolia dan Suez masing-masing naik 9,7% dan 7,7%, setelah mengumumkan kesepakatan merger.

Di bagian bawah indeks blue chip Eropa, saham Siemens Gamesa turun 4,6%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa selanjutnya akan mencermati pergerakan bursa AS dan Asia. Juga akan mencermati data ekonomi zona Eropa seperti ZEW Economic Sentiment Jerman dan Zona Eropa, juga data Produksi Industri dan Manufacturing dari negara-negara zona Eropa, yang sebagian besar diindikasikan terjadi peningkatan. Jika data ekonomi terealisir meningkat, akan mendukung penguatan bursa Eropa.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here