Harga Kedelai Turun Setelah Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan WASDE

344

(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai turun setelah Laporan Bulanan Persediaan dan permintaan WASDE, karena terjadi peningkatan persediaan kedelai global. Peningkatan persediaan global naik karena meningkatnya produksi dari Argentina dan Brazil, namun petani menahan hasil panen menanti sampai harganya sesuai.

Harga kedelai Mei di CBOT turun 12.25 sen (0.87%) menjadi $14.03 perbushel, harga soymeal Mei turun $5.6 (1.38%) menjadi $401.2 perton dan harga minyak kedelai turun 53 sen (0.99%) menjadi $52.85.

Laporan Persediaan dan Permintaan Bulanan WASDE :

Perkiraan Persediaan dan Permintaan untuk pasar AS :
Persediaan dan permintaan kedelai AS untuk 2020/21 berubah karena kenaikan ekspor, turunnya penggilingan kedelai. Ekspor kedelai AS meningkat selama 6 bulan pertama pada tahun marketing 2020/21. Penggilingan kedelai turun pada bulan ini karena turunnya permintaan soymeal domestik. Persediaan kedelai di AS diperkirakan 120 juta bushels, tidak berubah dari perkiraan sebelumnya.

Perkiraan Harga kedelai Rata-rata
Harga kedelai rata-rata $11.25 per bushel naik 10 sen , harga minyak kedelai diperkirakan 45 sen per pound naik 4 sen kenaikan yang tinggi pada bulan Maret. Kenaikan harga minyak kedelai diperkirakan akan meningkat pada bulan yang akan datang karena permintaan akan bahan bakar nabati akan meningkat. Harga rata-rata soymeal tidak berubah $400 per ton.

Perkiraan Persediaan dan Permintaan untuk Pasar Global:
Pada 2020/21 perkiraan pasar kedelai global meningkat karena tingginya produksi, kenaikan ekspor sehingga persediaan meningkat dari bulan sebelumnya
Produksi kedelai global naik 1.4 juta ton menjadi 363.2 juta penambahan karena peningkatan produksi Brazil 2 juta ton menjadi 136 juta ton. Kondisi cuaca yang membaik di Selatan Brazil di perkebunan kedelai Rio Grande do Sul sehingga panen meningkat.

Ekspor kedelai global naik 1.2 juta ton menjadi 170.9 juta, Meningkatnya ekspor Brazil, Rusia dan AS tetapi turunnya ekspor dari Paraguai dan Ukraina.
Sehingga persediaan akhir kedelai global naik 3.1 juta ton menjadi 86.9 juta ton karena peningkatan persediaan di Cina dan Brazil.

Laporan ekspor mingguan USDA pada hari Kamis kedelai yang dipesan sampai 1 April sebesar 92,461 MT dari persediaan lama, Cina membatalkan pembelian sebesar 216,100 MT, sedangkan kedelai yang belum dikirim masih 937,455 MT. Cina mengganti pembelian dari persediaan baru. Untuk soymeal yang dipesan pada minggu ini sebesar 127,738 MT sampai 1 April dan untuk minyak kedelai sebesar 15,718 MT sama dengan perkiraan.

Perkembangan pasar kedelai di Amerika Selatan:

Argentina :
Argentina mengalami resesi karena kurs peso melemah 29.6% dalam 12 bulan sehingga pada hari Kamis menjadi 92.4 peso per dolar, karena pergerakan peso yang sangat volatile membuat petani Argentina lebih senang menyimpan kedelai daripada menyimpan peso di Bank.

Argentina adalah negara produsen soymeal terbesar di dunia yang digunakan untuk makanan ternak dan unggas yang dikirim ke Eropa dan Asia Tenggara.

Sampai 31 Maret lalu petani hanya menjual 31% dari panen 2020/21 menurut pemerintah, sedangkan pada tahun lalu di 2019/20 pada periode yang sama petani sudah menjual 37% dari panen.

Karena harga kedelai yang mencapai harga tertinggi 7 tahun dan persediaan global sedikit sehingga harga kedelai yang dulunya $220 perton sekarang menjadi $330 perton membuat produsen soymeal mengalami kesulitan mendapat kedelai.

Industri penggilingan kedelai di Argentina beroperasi sebesar 46% dan terbesar 50% pada tahun lalu, menurut CIARA-CEA banyak kapasitas yang tidak terpakai karena masalah kurs yang berubah cepat sehingga mereka sulit mendapat keuntungan.

Argentina mengenakan pajak ekspor 33% untuk kedelai, 31% untuk soymeal dan 12% untuk jagung dan 12% untuk gandum.

Penurunan penjualan kedelai di Argentina juga menurunkan ekspor kedelai, setelah kekeringan yang berlangsung di ladang Pampa pada tahun lalu dan awal 2021 membuat The Buenos Aires dan Rosario Grain Exchange menurunkan perkiraan hasil panen 2020/21 menjadi 43 juta dari 45 juta sebelumnya.

Brazil.

Petani Brazil dan AS menantikan untuk menjual pada harga yang terbaik.

Petani Brazil diperkirakan menjual 66.6% dari hasil panennya sampai 2 April meningkat dari 57.1% rata-rata lima tahun menurut Datagro. Perkiraan hasil panen sebesar 135.48 juta ton di tahun marketing 2020/21.

CONAB memperkirakan hasil kedelai Brazil sebesar 135.54 MMT naik 408k MT dari bulan Maret. Hasil panen naik 10kg/Ha ( 0.14 bpa) menjadi 3,523 kg/HA (52.4 bpa).

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di $13.95 dan berikut ke $13.65 sedangkan resistan pertama di $14.20 dan berikut ke $14.35.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here