Rekomendasi Mingguan EUR/USD 12 – 16 April 2021: Naik Namun Masih Lemah Secara Intrinsic

1129

(Vibiznews – Forex) Setelah mengalami rally ke level tertinggi dalam dua minggu di 1.1927, EUR/USD berbalik turun ke 1.1900 ditengah naiknya permintaan terhadap dollar AS akibat naiknya yields AS setelah keluar laporan PPI yang positip, ditambah lagi dengan keprihatinan mengenai vaksin di Eropa.

Di AS, indikator ekonomi tetap kuat. PMI jasa yang dikeluarkan oleh ISM berada pada 63.7 di bulan Maret – rekor tertinggi. JOLTS job openings juga mengalahkan yang diperkirakan disekitar 7.4 juta pada bulan Februari. Namun, klaim pengangguran mingguan muncul diatas 700.000  yaitu di 744.000, untuk minggu yang kedua berturut-turut, yang membangkitkan kekuatiran bahwa perjalanan untuk pemulihan employment masih tetap jauh.

Membawa kembali orang AS yang kehilangan pekerjaannya untuk bekerja adalah tetap menjadi tujuan dari Federal Reserve yang menginginkan melihat hasilnya, bukan outlook. Kepala the Fed, Jerome Powell, dan risalah pertemuan FOMC keduanya mengirimkan pesan yang “dovish”, menjamin untuk mendukung ekonomi dengan tetap mempertahankan tingkat bunga yang rendah dan mencetak lebih banyak dollar AS.

Hal ini membuat dollar AS berada di bawah tekanan, namun hal ini tidak berlangung lama. Para investor kembali mencari dollar AS yang aman dan juga mengingat bahwa perkataan dari Powell bukanlah berita baru.

Setelah memasuki minggu perdagangan yang baru dengan keadaan tertekan, indeks dollar AS semakin terpuruk karena komentar dari Powell yang dovish, turunnya yields obligasi AS, dan buruknya data pengangguran AS, pada perdagangan sesi terakhir di hari Jumat ini, indeks dollar AS berbalik naik ke 92,227 (naik 0,17%) akibat keluarnya angka PPI yang jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan sehingga mendorong naik yields obligasi AS.

Biden terus mendorong rencana belanja infrastruktur dan fokus kepada kenaikan pajak yang lebih banyak di 28%. Joe Manchin, Senator Demokrat yang paling konservatif mengijinkan kenaikan pajak namun dengan tingkat yang lebih rendah di 25%. Namun stimulus fiskal ini menjadi kurang diperhatikan dengan agenda Gedung Putih bergerak kepada pengaturan senjata api dan imigrasi.

Sementara itu, matauang bersama Eropa mendapatkan dukungan dari komentar Robert Holzmann, Gubernur bank sentral Austria, dimana dia mengatakan bahwa ECB harus bisa mulai mengurangi pembelian obligasi selama musim panas.

Keprihatinan mengenai vaksin AZ dan kasus penggumpalan darah yang jarang terjadi merupakan keprihatinan yang utama bagi Eropa dimana aplikasi dari vaksin AZ tersebar luas. Sementara AS dalam kondisi yang lebih baik dari Eropa dengan 33,7% dari populasi telah menerima paling sedikit satu dosis vaksin coronavirus.

Sementara dari data makro ekonomi di Uni Eropa, PMI jasa untuk bulan Maret direvisi naik dan dikonfirmasi di 49.6

Minggu ini, Uni Eropa akan mempublikasikan penjualan ritel bulan Februari pada hari Senin, sementara Jerman akan merilis survey ZEW bulan April pada hari Selasa. Selanjutnya, Uni Eropa akan mempublikasikan Industrial Production dan Jerman akan merilis angka inflasi bulan Maret.

Di AS, vaksinasi bergerak dengan kecepatan yang mengesankan dimana lebih dari tiga juta dosis per hari. Dengan kecepatan seperti sekarang ini, 70% dari orang Amerika akan divaksinasi pada pertengahan bulan Juni, namun apabila ada keragu-raguan akan bisa membuat mundur tanggalnya.

Negosiasi antara Gedung Putih dengan Demokrat di Kongres atas pajak dan belanja infrastruktur akan terus berlanjut, namun munculnya isu lain yang lebih hangat akan bisa membuat stimulus fiscal ini dikebelakangkan.

Dari kalender ekonomi, angka inflasi bulan Maret akan menunjukkan kenaikan yang substansial di angka umum dari Consumer Price Index (CPI) dari 1.7% menjadi 2.4%. Investor juga akan mengamati CPI inti yang diperkirakan akan naik moderat dari 1.3% ke 1.5%. Setiap ada tanda ekonomi menjadi memanas bisa mendorong naik dollar AS, sementara angka inflasi yang lemah akan membebani dollar AS.

Pidato dari beberapa pejabat the Fed menyampaikan pesan yang sama bahwa pemulihan ekonomi kuat namun perjalanan masih panjang.

Highlight dari minggu ini adalah angka penjualan ritel untuk bulan Maret. Setelah menerima cek stimulus pada bulan lalu, para konsumen kemungkinan akan pergi pesta belanja. Para ekonom memperkirakan angka penjualan ritel umum akan naik sebanyak 4.7% lebih dari mengatasi kejatuhan pada bulan Februari.

Angka belanja ini kemungkinan akan menutupi angka klaim pengangguran mingguan, namun penurunan dibawah 700.000 akan memberikan semangat, sementara angka diatas itu akan membebani dollar AS.

Consumer Sentiment Index pendahuluan dari Universitas Michigan untuk bulan April diperkirakan akan memperpanjang kenaikannya ditengah cepatnya vaksinasi, pembukaan kembali aktifitas ekonomi, dan dibagikannya cek stimulus.

“Support” terdekat menunggu di 1.1860 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1785 dan kemudian 1.1700.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.1930 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1945 dan kemudian 1.1990.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here