Weekly Market Review Soft Commodities, Coffee, Sugar, Cocoa

340

(Vibiznews – Commodity) –  Pada penutupan pasar hari Jumat 9 April 2021  harga soft commodities    mixed, dengan harga kopi Arabika turun ke harga terendah dua minggu dan  harga kopi Robusta  turun,   harga gula  di New York  naik ke harga tertinggi 2 minggu karena permintaan etanol dari luar Brazil meningkat sedangkan harga gula di ICE London turun  karena lockdown di  Eropa  dan  harga kakao  turun ke harga terendah 5 bulan.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun, harga kopi Arabika kembali turun ke harga terendah dua minggu karena melemahnya real Brazil terhadap dolar melemah 1.80%.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat mixed dimana harga gula di New York naik ke harga tertinggi 2 minggu, karena permintaan etanol dari luar Brazil meningkat. Sedangkan di London harga gula turun karena permintaan berkurang akibat lockdown di beberapa negara Uni Eropa.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat  turun, harga kakao di New York turun ke harga terendah 5 bulan dan harga kakao di London turun ke harga terendah 4 bulan, karena melimpahnya hasil panen di Afrika Barat, petani mengatakan cuaca di perkebunan kakao sangat baik di saat panen sedang berlangsung.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI

Harga kopi Arabika Mei di ICE New York pada penutupan pasar hari Jumat turun 60 sen (0.47%) $127.25  dan harga kopi Robusta Mei di ICE London turun 0.15%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi  dunia  di 2020/21 ( Oktober – September)  naik 1.9%   dari tahun lalu menjadi    896   juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.3% dari tahun lalu menjadi  629 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di  2020/21    akan menjadi surplus  tertinggi 3 tahun di   258 juta kantong dari  perkiraan sebelumnya 4.148 juta kantong di 2019/20.
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021  diperkirakan akan turun  7% dari tahun lalu menjadi  31.35 juta kantong jumlah terendah 12 tahun menurut Conab.
  • Ekspor kopi Brazil di 2020/21 diperkirakan akan meningkat 10% menjadi   4  juta kantong menurut CeCafe.
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan Februari naik 18% dari tahun lalu menjadi 1.275 juta kantong.
  • Produksi kopi Arabika global di  Oktober –  Januari naik  7% menjadi   41.876   juta kantong menurut ICO.
  • Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee Association
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di  Januari – Maret turun 2021 turun  17% dari tahun lalu menjadi   428,000 MMT menurut General Departement of  Vietnam Customs
  • Persediaan kopi di AS pada bulan Februari turun 8.3% dari tahun lalu menjadi jumlah terendah 5 ½ tahun menjadi 5.791 juta kantong menurut The Green Coffee Association.

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $   122 dan berikut ke  $118 sedangkan resistant pertama di $ 130  dan berikut ke $ 135.

GULA

Harga gula Mei di ICE New York ditutup naik pada hari Jumat 28 sen (1.84%)  menjadi $15.46 dan harga gula Mei di ICE London turun 0.52%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT  setelah turun 8.4%  di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit   8  MMT   dari surplus  900,000 MT di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan  akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20  menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB
  • Perkiraan produksi gula India di 2020/21 akan meningkat  9% dari tahun lalu menjadi  9 MMT  menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 sebesar 4.3 MMT akan turun 25% dari 2019/20 menurut All India Sugar Trade Association
  • Produksi gula Thailand di 2020 /21 turun  23%  dari tahun lalu menjadi  5 MMT menurut The Thailand Office of Cane & Sugar Board.
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 12% menjadi 15.4 MMT menurut the European Commission.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $14.90 dan berikut ke $14.70 sedangkan resistant pertama di $15.60  dan berikut ke $16.00

KAKAO

Harga kakao Mei di ICE New York turun $1 (0.04 %) menjadi $2,354 per ton dan harga gula Mei di ICE London turun 2.62%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 2.5% dari tahun lalu  menjadi 4. 843  MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan  naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 4.693 MMT   menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 102,000 dari surplus 10,000 MT  di 2019/20 menurut ICCO
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,320 dan berikut ke $2,300 sedangkan resistant pertama di $2,420 dan berikut ke $2,440.

 Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here