HIMDASUN Rilis Pedoman Kode Etik dan Market Standard Transaksi EBUS

161

(Vibiznews – Bonds & Mutual Fund) – Perhimpunan Pedagang Surat Utang (Himdasun) memiliki visi untuk berperan aktif dalam membangun pasar surat utang di Indonesia dengan menjaga agar pelaku pasar surat utang memiliki pemahaman yang baik sehingga dapat menjalankan aktivitas transaksi sesuai dengan standar perdagangan dan perilaku/kode etik di pasar surat utang sebagaimana dimaksud dalam POJK No.9/POJK.04/2019 tentang Perantara Pedagang Efek untuk Efek Bersifat Utang dan Sukuk.

Melihat perkembangan signifikan transaksi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) di Indonesia, serta sejalan dengan upaya mencapai visi yang telah ditetapkan, Himdasun berperan penting untuk memastikan setiap pelaku pasar dalam transaksi pasar surat utang melaksanakan peranannya secara amanah, berintegritas tinggi serta professional, demikian penjelasan yang disampaikan Ketua Himdasun Akhmad Fazri di Jakarta pada hari ini, Kamis(13/4).

Untuk itu, Himdasun sebagai satu-satunya asosiasi yang menaungi pelaku pasar untuk efek surat utang dan sukuk, meluncurkan pedoman kode etik dan market standard transaksi efek bersifat utang dan sukuk. Hal ini dilakukan demi memberikan acuan dan pedoman dalam pelaksanaan transaksi tersebut.

Penyusunan pedoman ini telah dimulai sejak tahun lalu bersama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan lembaga-lembaga lain yang terkait.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen pun berharap Pedoman Kode Etik dan Market Standard ini akan memberikan panduan pemahaman dan standarisasi serta meningkatkan profesionalitas bagi pelaku pasar dalam bertransaksi EBUS di pasar surat utang.

Pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi seluruh pelaku pasar surat utang di Indonesia, dalam menjalankan kegiatan transaksi sesuai dengan kode etik atau perilaku yang terstandarisasi.

Sehingga diharapkan kepercayaan pelaku pasar dan investor akan meningkat, yang nantinya dapat membantu dalam pengembangan pasar surat utang menjadi lebih efisien dan semakin likuid, serta berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here