Inflasi Amerika Melonjak Tinggi, Dolar AS Alami Tekanan

327

(Vibiznews-Forex) – Departemen Tenaga Kerja melaporkan tingkat inflasi tahunan di AS melonjak menjadi 2,6 persen pada Maret, dari 1,7 persen pada Februari. Meskipun lebih rendah dari perkiraan pasar di 2,7 persen, tingkat inflasi ini merupakan yang terbesar sejak Agustus 2018. Demikian seacra tahunan, indeks harga konsumen naik 0,6 persen di bulan Maret dibandingkan bulan sebelumnya, terbesar sejak 2012 yang sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga bensin.

Namun kenaikan data inflasi ini tidak mampu mengangkat posisi dolar AS yang berada di posisi terendah 3 pekan oleh anjloknya posisi yield obligasi AS tenor 10 tahun hingga 3% lebih ke posisi terendah 3 pekan di 1,62%.

Karenanya semua rival dolar AS pada penutupan perdagangan sesi Amerika dini hari tadi alami penguatan seperti euro dalam pair EURUSD naik ke posisi tertinggi 4 pekan sekalipun data ZEW Jerman alami penurunan pertama kalinya sejak November 2020.

Poundsterling menguat ke posisi tertinggi sepekan meskipun data ekonomi terakhir menunjukkan PDB Inggris menyusut 1,6% dalam tiga bulan hingga Februari, kontraksi paling tajam sejak periode Mei-Juli 2020. Yen Jepang juga naik ke posisi tertinggi 3 pekan melawan dolar AS dalam pair USDJPY di tengah kekhwatiran kenaikan kasus covid-19 di Jepang baru- baru ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here